Imbas Konflik Timur Tengah Suplai Minyak Kilang Cilacap Menunggu Izin
![]() |
JAKARTA - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah langsung berdampak pada jalur distribusi energi nasional. Kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) PT Pertamina (Persero), Pertamina Pride tertahan dan menanti izin khusus melintasi Selat Hormuz.
Prioritas Keamanan Kru dan Kargo
Keselamatan menjadi prioritas utama di tengah eskalasi kawasan tersebut. Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan manajemen sedang mengurus seluruh kelengkapan dokumen kelayakan jalan.
"Untuk Pertamina Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya," ujar Muhammad Baron di sela-sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Situasi lapangan terus dipantau secara berkala oleh tim operasional.
"Kami mohon doanya agar situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," tambahnya.
Tujuan Kilang Cilacap
Muatan minyak mentah ini sangat vital. Jika izin dikantongi, kapal langsung berlayar menuju Jawa Tengah guna memasok kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional di pulau Jawa.
"Nanti apabila sudah melintas, itu adalah untuk di Cilacap. Kilang Cilacap," tegasnya.
Manuver Sukses Pertamina Gamsunoro
Sementara armada ini menunggu, kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) lainnya, Pertamina Gamsunoro berhasil lolos dari zona konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Kesuksesan rute ini dibantu diplomasi ketat bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Kapal bermanuver dari Teluk Arab Rabu (24/6/2026) dini hari, pukul 01.06 waktu Dubai (04.06 WIB). Armada melaju konstan 7,5 knot selama 16 jam perjalanan.
Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz pukul 13.00 waktu setempat. Seluruh kru hanya butuh tambahan waktu empat jam untuk mencapai titik aman di luar area konflik.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |













