Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Umum

‎Pemprov DKI Perluas KJMU hingga S3, LPDP Jakarta Diluncurkan pada 2027

‎Pemprov DKI Perluas KJMU hingga S3, LPDP Jakarta Diluncurkan pada 2027
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist).
Kamis, 16 Juli 2026 13:39 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya dengan dua kebijakan baru, yakni memperluas cakupan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3), serta menyiapkan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta yang akan mulai berjalan pada 2027.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, perluasan KJMU menjadi salah satu kebijakan yang diterapkan pada masa kepemimpinannya untuk membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Jakarta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

‎
‎"Yang saya senang adalah untuk KJMU (Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul), kalau dulu hanya untuk S1, maka sejak saya menjabat, saya izinkan untuk S2 dan S3," kata Pram saat meresmikan gedung SMP dan SMA Labschool Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
‎
‎Selain memperluas KJMU, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan program LPDP Jakarta yang akan dikelola bersama Pemerintah Pusat. Program tersebut ditujukan untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Jakarta yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi luar negeri.
‎
‎"Memang di tahap awal ini, kami baru bisa memberangkatkan kurang lebih 50 sampai 75 mahasiswa yang akan sekolah di luar negeri," ujar Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, penerima LPDP Jakarta nantinya harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki KTP DKI Jakarta, telah diterima di perguruan tinggi berkualitas, serta berasal dari keluarga kurang mampu.
‎
‎Pram menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jakarta. Menurutnya, Jakarta saat ini menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima beasiswa terbesar di Indonesia.
‎
‎"Pendidikan adalah salah satu hal yang betul-betul mendapatkan perhatian ataupun atensi saya pribadi. Maka, Jakarta sekarang ini termasuk yang memberikan beasiswa terbanyak di Republik Indonesia ini," ucapnya.
‎
‎Saat ini, jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa SD hingga SMA mencapai 707.477 orang. Sementara itu, penerima KJMU tercatat sebanyak 15.825 mahasiswa, dengan salah satu penerima terbanyak berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
‎
‎Di samping memperluas akses pendidikan tinggi, Pemprov DKI juga melanjutkan program pemutihan ijazah bekerja sama dengan Baznas (BAZIS) DKI Jakarta. Program tersebut telah membebaskan sekitar 6.200 ijazah yang sebelumnya tertahan akibat kendala administrasi dan biaya pada tahun lalu.
‎
‎Tahun ini, Pemprov DKI menargetkan jumlah penyelesaian yang hampir sama dengan mengambil alih kewajiban administrasi maupun keuangan agar ijazah dapat kembali kepada pemiliknya.
‎
‎Dalam kesempatan itu, Pram juga menyampaikan bahwa Jakarta terus menjaga kinerja ekonominya. Ia menyebut ibu kota berkontribusi sebesar 16,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,59 persen.
‎
‎"Alhamdulillah, walaupun ada pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) yang tinggi dan efisiensi yang tinggi, pembangunan di Jakarta sekarang ini relatif berjalan sesuai yang kami rencanakan," pungkas Pram. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, Umum, DKI Jakarta
wwwwww