Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Lindswell Kwok Bicara Soal Mental Hingga TC di Luar Negeri Menjadi Penentu Perorma Atlet

Lindswell Kwok Bicara Soal Mental Hingga TC di Luar Negeri Menjadi Penentu Perorma Atlet
Lindswell Kwok bersama Komite Eksekutif NOC Indonesia, Harry Warganegara. (NOC Indonesia)
Rabu, 22 Juli 2026 11:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Ratu wushu Indonesia, Lindswell Kwok mulai terlibat pertama kali sebagai pelatih dalam persiapan Timnas Wushu Indonesia yang bakal menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya, Jepang yang akan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.

Peraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games Jakarta 2018 ini sempat berdiskusi dengan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu saat visitasi cabang olahraga wushu di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026) kemarin.

Dalam dialog tersebut, Lindswell mengungkapkan bahwa prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan persiapan fisik, tetapi juga oleh kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.

Menurut Lindswell, yang pernah merasakan atmosfer persaingan multi-event internasional, menjaga kondisi psikologis atlet menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan performa ketika tampil di arena pertandingan.

Makanya, jelas Lindswel, kesiapan mental atlet sangat berkaitan dengan bagaimana seluruh kebutuhan mereka dipersiapkan sebelum pertandingan. Termasuk memberikan kesempatan melakukan Training Camp (TC) dii luar negeri dan menimba pengalaman bertanding di level internasional dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri atlet ketika menghadapi lawan.

GoNews.co Atlet Sanda Indonesia saat men
Atlet Sanda Indonesia saat menlakukan latih tanding. (NOC Indonesia)

"Ketika mereka menjalani TC di luar negeri dengan persiapan matang maka suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap dibandingkan kalau hanya berlatih di kandang sendiri," jelasnya.

Pemegang gelar lima kali juara dunia wushu nomor Taijiquan dan Taijijian ini menilai aspek psikologis menjadi semakin penting bagi cabang olahraga yang mengandalkan performa individu. Karena, atlet harus mampu mengelola tekanan dan tampil optimal dengan kesiapan diri sendiri.

Selain faktor mental, Lindswell juga menyampaikan pentingnya perhatian terhadap detail pelayanan atlet untuk menciptakan kenyamanan selama mengikuti multi-event. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya, katanya, dapat membantu atlet menjaga fokus menjelang pertandingan.

"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapannya dibangun sejak jauh-jauh hari. Untuk cabang olahraga seperti wushu, atlet bertanding secara individu sehingga kesiapan mental menjadi sangat penting," ujarnya.

GoNews.co Cdm Todotua Pasaribu saat meny
Cdm Todotua Pasaribu saat menyaksikan atlet Taolo melakukan latihan. (NOC Indonesia)

Masukan Penting 

Bagi CdM Todotua, masukan dari atlet dan mantan atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan Kontingen Indonesia. Karena itu, setiap kunjungan ke cabang olahraga tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan latihan, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk memahami kebutuhan atlet dari pengalaman langsung mereka.

"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada di Asian Games nanti," ujar Todotua.

Masukan tersebut menjadi perhatian Todotua dalam menjalankan perannya sebagai CdM. Ia menegaskan bahwa tugas CdM bukan hanya mengatur keberangkatan kontingen, tetapi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan.

"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai. Semakin banyak kami mendengar dari atlet, mantan atlet, pelatih, dan ofisial, semakin baik pula pelayanan yang bisa kami siapkan untuk kontingen Indonesia," imbuhnya. ***

wwwwww