Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Hiburan

Pelaku UMKM di Festival Kali Pasir Bisa Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari

Pelaku UMKM di Festival Kali Pasir Bisa Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari
Stan UMKM di Festival Kali Pasir 2026.
Minggu, 26 Juli 2026 15:35 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pelaksanaan Festival Kali Pasir Tahun 2026 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Jalan Sekolah Seni, Jakarta Pusat pada 24-25 Juli menuai respons positif dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberikan kesempatan untuk mempromosikan dan memasarkan produknya.

Pelaku UMKM dengan brand Kopi Tjikini Taman Ismail Marzuki (TIM), Hendi mengatakan, omzet jualan per hari rata-rata mencapai Rp 1 juta. 

 
"Saya menjual kopi, teh tarik hingga mi Bangladesh. Kalau untuk kopi berasal dari nusantara karena memang kami ingin berkontribusi mempromosikan dan menjual kopi dari Indonesia," kata Hendi, Sabtu (25/7/2026) malam.
 
Hendi sangat mengapresiasi adanya penyelenggaraan Festival Kali Pasir karena turut memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
 
"Semoga tahun depan acaranya semakin ramai, dan kami bisa terus diberikan kesempatan untuk berjualan di event ini," terangnya.
 
Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Prof Dr Syamsul Maarif mengatakan, dalam penyelenggaraan festival untuk kali kedua tersebut dilakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya kelurahan di sekitar IKJ yakni, Kelurahan Cikini, Kwitang, Kebon Sirih, dan Kenari.
 
"Kami bersyukur seluruh rangakaian berjalan dengan lancar. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, civitas akademik IKJ dan seluruh stakeholder yang terlibat mendukung Festival Kali Pasir 2026," bebernya.
 
Syamsul menjelaskan, Festival Kali Pasir tidak hanya menjadi tempat bertemunya masyarakat, tapi juga menjadi ruang kreatif. Melalui kegiatan ini, warga di sekitar IKJ, termasuk para generasi mudah diajak untuk ikut ambil bagian mementaskan atau menampilkan karya-karyanya.
 
"Festival ini menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, dan pendidikan. Semoga Festival Kali Pasir dapat menjadi agenda yang terus dilaksanakan dan berkembang karena juga sudah terdaftar di HAKI. Saya juga ingin wilayah binaan bisa tampil maksimal tahun depan dalam momentum lima abad Jakarta," ucapnya.
 
Ia menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan OPD Pemprov DKI Jakarta, PMI DKI DKI Jakarta, serta pihak kepolisian yang sudah memberikan dukungan luar biasa.
 
"Semoga ke depan kegiatan ini semakin inklusif kreatif dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kali Pasir, Ivan Darma Putra atau akrab disapa Ivan Banditos menuturkan, event seni budaya selama dua hari berlangsung sukses, minat masyarakat cukup tinggi menyaksikan penampilan para seniman. 
 
"Persiapan kami hanya tiga minggu, namun kolaborasi dari IKJ, jajaran Pemprov DKI, dan dukungan dunia swasta, alhamdulillah event ini berlangsung lancar dan sukses," pungkasnya.
 
Untuk diketahui, Berbagai penampil turut memeriahkan festival, di antaranya Morfem, The Adams, Sisitipsi, Indische Party, Kebunku, Jagad Pantomime, Boogie Dance, Yola Dance, dongeng PM Toh, bedah buku karya Seno Gumira Ajidarma dan Beng Rahadian, serta pertunjukan lenong hasil kolaborasi mahasiswa IKJ dan warga Kali Pasir.
‎
‎Festival yang berlangsung selama dua hari tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang seni yang inklusif sekaligus memperkuat kolaborasi antara kampus, masyarakat, pemerintah, dan pelaku ekonomi kreatif. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Hiburan, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww