Ditemukan Meninggal di Kebayoran Baru, Keluarga Sutrimo Tolak Tempuh Jalur Hukum
![]() |
JAKARTA - Keluarga Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah menyatakan ikhlas atas kepergian korban yang ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pihak kerabat memastikan tidak akan melakukan upaya hukum terkait peristiwa yang menimpa duda tersebut.
Sebelumnya, foto korban saat ditemukan wafat sempat viral di media sosial dengan kondisi mulut berbusa. Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga meminta publik untuk tidak memperpanjang spekulasi mengenai penyebab kematian korban.
"Sudah tidak perlu lagi dibesar-besarkan lagi. Korban memang memiliki riwayat penyakit gula yang sudah akut," urai wakil keluarga korban, Sudiono, Selasa (28/7/2026).
Jenazah Sutrimo sendiri telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wlahar pada Kamis malam lalu. Sudiono menambahkan bahwa fokus keluarga saat ini hanyalah mendoakan kepergian almarhum.
"Pihak keluarga tidak akan menuntut apapun, cuma minta doanya saja mudah-mudahan almarhum diterima oleh Allah Ta’ala, diampuni dosa-dosanya, keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesehatan dan tidak ada halangan apapun," harapnya.
Di tempat terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Aparat berwenang tengah mendalami indikasi kewajaran dalam insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa kepolisian terbuka apabila pihak keluarga menemukan adanya kejanggalan dan ingin membuat laporan resmi.
"Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya. Ini lebih pro justitia-nya lebih tepat, lebih enak untuk kita melakukan pendalaman," terangnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | okezone.com |
| Kategori | : | Olympic, e-Sports, DKI Jakarta, Jawa Tengah |













