Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Ditemukan Meninggal di Kebayoran Baru, Keluarga Sutrimo Tolak Tempuh Jalur Hukum

Ditemukan Meninggal di Kebayoran Baru, Keluarga Sutrimo Tolak Tempuh Jalur Hukum
Selasa, 28 Juli 2026 21:47 WIB

JAKARTA - Keluarga Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah menyatakan ikhlas atas kepergian korban yang ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pihak kerabat memastikan tidak akan melakukan upaya hukum terkait peristiwa yang menimpa duda tersebut.

Sebelumnya, foto korban saat ditemukan wafat sempat viral di media sosial dengan kondisi mulut berbusa. Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga meminta publik untuk tidak memperpanjang spekulasi mengenai penyebab kematian korban.

"Sudah tidak perlu lagi dibesar-besarkan lagi. Korban memang memiliki riwayat penyakit gula yang sudah akut," urai wakil keluarga korban, Sudiono, Selasa (28/7/2026).

Jenazah Sutrimo sendiri telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wlahar pada Kamis malam lalu. Sudiono menambahkan bahwa fokus keluarga saat ini hanyalah mendoakan kepergian almarhum.

"Pihak keluarga tidak akan menuntut apapun, cuma minta doanya saja mudah-mudahan almarhum diterima oleh Allah Ta’ala, diampuni dosa-dosanya, keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesehatan dan tidak ada halangan apapun," harapnya.

Di tempat terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya masih terus melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Aparat berwenang tengah mendalami indikasi kewajaran dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa kepolisian terbuka apabila pihak keluarga menemukan adanya kejanggalan dan ingin membuat laporan resmi.

"Dan kita juga memberikan imbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya. Ini lebih pro justitia-nya lebih tepat, lebih enak untuk kita melakukan pendalaman," terangnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww