Pelatih Iran Geser Pelatih Korsel, Terobosan Richard Tampubolon Menjawab Tantangan Prestasi
![]() |
| Rafael Siagian dan pelatih asal Iran, Erfan Heydaari bersama atlet Indonesia. (PBTI) |
Penulis: Azhari Nasution
Pemilihan pelatih asal Iran bernama Erfan Heydaari yang merupakan peraih medali perak Asian Senior Championships 2018, serta medali perunggu Asian Club Championships 2019 dan Asian President’s Cup 2019, menangani Timnas Taekwondo Indonesia disebut berdasarkan kajian dari Bidang Pembinaan Prestasi PB TI.
“Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, memiliki misi besar untuk taekwondo Indonesia. Karena itu, kami diminta memantau peta kekuatan dunia untuk mencari pelatih terbaik yang dapat menangani pelatnas. Berdasarkan kajian bidang pembinaan prestasi, taekwondo Iran menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Ketua Umum kemudian meminta agar nomor kyorugi ditangani langsung oleh pelatih asal Iran,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Kajian yang diungkapkan Rafael cukup beralasan. Apalagi, Iran telah membuktikan diri sebagai kekuatan dominan bersama Korea Selatan di kejuaraan dunia, baik kategori perorangan maupun beregu campuran.
Catatan prestasi atletnya pun cukup mentereng. Di antaranya, Hadi Saei, peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan Olimpiade Beijing 2008 dan berbagai gelar juara dunia, Arian Salimi (medali emas Olimpiade Paris 2024), Nahid Kiani (juara dunia), Abolfazl Zandi dan Mehdi Haj-Mousaei, peraih medali emas pada Kejuaraan Taekwondo Asia.

Instruksi adanya kajian itu jelas menunjukkan Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon sangat memahami tentang dunia olahraga. Apalagi, dia pernah menjabat sebagai Komandan Satgas Character Building (Pendidikan Karakter) atlet elit Indonesia yang berada dalam Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Makanya, dia menegaskan bahwa kehadiran pelatih asing berkualitas tersebut merupakan bagian dari upaya PBTI membangun sistem pembinaan yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“Kehadiran pelatih asing diharapkan dapat memberikan transfer knowledge sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelatih nasional. Kami ingin atlet-atlet Indonesia semakin siap bersaing, bukan hanya di Indonesia Open dan Asian Games, tetapi juga dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Richard.
Kini, Erfan Heydaari telah menangani atlet terbaik Indonesia khusus nomor kyorugi atau tarung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) menghadapi dua agenda besar di tahun 2026. Dia akan mendampingi atlet Indonesia tampil pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang akan berlangsung di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 1-5 Agutus 2026 dan Asian Games yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Dalam menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, PB TI telah menetapkan 31 atlet yang telah menjalani pelatnas di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, sejak Februari 2026 lalu. Mereka terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae yang diseleksi berdasarkan hasil rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

“Kami sudah mempersiapkan mereka sejak Februari. Taekwondo Indonesia memiliki program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya dan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships yang menjadi target pertama kami. Kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik,” kata Erfan.
Kehadiran Erfan mendapat sambutan baik. Atlet kyorugi Muhammad Bassam Raihan mengaku semakin termotivasi dengan kehadiran pelatih anyar tersebut. Ia menilai Erfan memberikan berbagai masukan positif untuk memperbaiki teknik, strategi, dan serangannya.
“Saya melihat pelatih Iran ini cukup fleksibel dalam menangani atlet. Apalagi saya termasuk atlet senior, jadi Alhamdulillah saya semakin bersemangat menjalani latihan. Saya juga semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata Bassam, yang akan turun di kelas putra -68 kg.
8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang masuk dalam kategori G2 World Taekwondo ini menjadi salah satu turnamen penting dalam pengumpulan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia akan diikuti oleh 478 taekwondoin dari 36 negara. ***
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













