Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Nilai Tembus Rp3,4 Triliun, Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras Premium ke Malaysia

Nilai Tembus Rp3,4 Triliun, Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras Premium ke Malaysia
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) menyaksikan penandatanganan pembelian beras premium Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd dari Perum Bulog. (Foto: Dok. Kementan)
Sabtu, 15 Agustus 2026 10:18 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mencapai kesepakatan dagang untuk mengekspor 200.000 ton beras premium ke Malaysia. Pengiriman komoditas strategis ini akan dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas pasokan, dengan pengiriman tahap pertama sebanyak 1.000 ton dalam waktu dekat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebutkan harga jual yang disepakati berada di angka 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Secara keseluruhan, nilai transaksi lintas batas ini diproyeksikan mencapai Rp3,4 triliun.

"Ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," terang Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jumat (15/8/2026) malam.

Negosiasi Tingkat Menteri

Kesepakatan ekonomi makro ini terwujud setelah adanya komunikasi langsung antara Amran dengan Menteri Pertanian Malaysia, Mohamad Sabu melalui sambungan telepon. Otoritas Malaysia memberikan respons positif terhadap rencana tersebut dan mendorong peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia untuk memenuhi rantai pasok domestik mereka.

"Beliau mengapresiasi dan akan mempercepat serta memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia. Kami cukup lama bicara via telepon untuk menyetujui rencana ekspor ini," paparnya.

Mengenai penetapan harga yang cukup kompetitif di pasar regional, Amran menyambut baik hasil perundingan tersebut.

"InsyaAllah harga yang diberikan per kilo, ini yang ditunggu-tunggu, itu 3,9 Ringgit atau Rp17.000 per kilo. Alhamdulillah," tambahnya.

Stabilitas Pasokan Domestik

Langkah ekspansi pasar ini dilakukan setelah pemerintah memastikan kondisi perberasan nasional telah berstatus swasembada. Indonesia saat ini memiliki kelebihan stok yang cukup besar sehingga memungkinkan penjualan ke luar negeri tanpa mengganggu ketahanan pangan lokal.

"Kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," urainya.

Sebelum memasuki pasar Asia Tenggara, Indonesia juga tercatat pernah mendistribusikan beras ke Palestina dan Mesir. Peningkatan kapasitas produksi ini, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan tren yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww