Eskalasi Militer, Iran Siapkan Rp534 Juta untuk Penangkapan Pasukan AS
![]() |
| Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (Foto: dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images) |
JAKARTA - Pemerintah Iran melalui angkatan bersenjatanya menetapkan sayembara senilai US$30.000 atau sekitar Rp534 juta untuk menangkap atau melumpuhkan prajurit Amerika Serikat. Kebijakan ini mencakup penawaran kompensasi berganda jika aksi tersebut dieksekusi oleh perempuan.
Respon atas Permintaan Publik
Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami menerangkan inisiatif ini dirancang merespons usulan masyarakat yang ingin berpartisipasi langsung. Ketegangan militer ini merupakan buntut panjang dari konfrontasi fisik yang meletus pada 28 Februari, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan.
"Siapa pun yang membunuh atau menangkap dan menyerahkan personel militer Amerika yang menyerang akan menerima hadiah setara dengan $30.000 atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran," terang Hatami, Senin (17/8/2026).
Insentif Khusus Perempuan
Hatami menggarisbawahi bahwa partisipasi perempuan di lapangan akan dihargai secara istimewa oleh otoritas militer.
"Para perempuan Iran yang berani melakukan tindakan seperti itu akan menerima hadiah dua kali lipat," tambahnya.
Hatami tidak merinci batasan spesifik kapan atau di mana target operasi tersebut dapat dilakukan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat tidak memiliki izin untuk mengoperasikan armadanya di sejumlah kawasan strategis seperti Teluk Arab, Teluk Oman, maupun Selat Hormuz.
Riwayat Konfrontasi Bersenjata
Keberadaan tentara Amerika Serikat di daratan Iran tercatat hanya terjadi saat manuver penyelamatan militer pada bulan April lalu. Operasi pencarian pilot F-15 tersebut mengerahkan 200 prajurit darat beserta 170 unit pesawat. Dalam dinamika di lapangan, pasukan pertahanan Iran merusak pesawat A-10 milik Amerika Serikat, sementara armada C-130 dihancurkan oleh pihak Amerika Serikat sendiri saat ditinggalkan.
Siklus konflik berlanjut setelah perundingan damai pada bulan Juni dipastikan batal. Saat ini, pertukaran serangan sporadis terus berpusat di wilayah selatan Iran dan titik transit Selat Hormuz.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Basket |













