Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Kawal 31 Aksi Demo, Polda Metro Jaya Larang Personel Bawa Senjata Api

Kawal 31 Aksi Demo, Polda Metro Jaya Larang Personel Bawa Senjata Api
Polda Metro Jaya kerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengawal 31 aksi unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta.
Selasa, 18 Agustus 2026 15:27 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengawal 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, ribuan personel tersebut disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

‎
‎"Adapun personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel," kata Budi kepada wartawan.
‎
‎Pengamanan tersebut mencakup sejumlah aksi yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Salah satu aksi yang menjadi perhatian yakni unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
‎
‎Budi mengatakan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal seluruh aksi. Masyarakat juga diminta tetap memperhatikan arahan petugas di lapangan apabila terjadi kepadatan maupun perubahan situasi.
‎
‎Untuk mengantisipasi dampak terhadap arus lalu lintas, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat telah disebar di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI dan Patung Kuda.
‎
‎Budi mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengalihan arus dilakukan apabila terjadi kepadatan, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang beraktivitas di Jakarta.
‎
‎"Kepada seluruh warga masyarakat untuk yang melaksanakan kegiatan di seputaran Jakarta Pusat, yaitu sekitar Bundaran HI, sekitar Merdeka Selatan, untuk Monas, termasuk dapat memperhatikan informasi dan petunjuk petugas di lapangan," tutur Budi.
‎
‎Sementara itu, Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Laode Aries El Fathar menegaskan, seluruh personel harus mampu mengendalikan diri dan tidak mudah terpancing emosi selama menjalankan tugas.
‎
‎"Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir, ultimum remedium," ujar Laode.
‎
‎Laode juga meminta personel tidak bersikap agresif saat menghadapi massa. Aparat diminta mengambil posisi bertahan, mengedepankan cara-cara humanis, serta memberikan ruang kepada perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasi.
‎
‎Selain itu, seluruh tindakan di lapangan harus dilakukan dalam satu komando. Personel dilarang mengambil inisiatif sendiri tanpa instruksi pimpinan.
‎
‎"Semua tindakan di lapangan harus satu komando, tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi," tegas Laode.
‎
‎Untuk memastikan prosedur pengamanan berjalan sesuai ketentuan, Laode juga menegaskan tidak ada personel yang membawa senjata api ketika bertugas mengawal aksi unjuk rasa.
‎
‎"Silakan rekan-rekan Provos cek anggota, tidak ada yang membawa senjata api. Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi," ucapnya.
‎
‎Di Jakarta Pusat, pengamanan kemudian diperkuat Polres Metro Jakarta Pusat dengan menurunkan 6.962 personel untuk mengawal aksi mahasiswa di sekitar Bundaran HI dan Patung Arjuna Wiwaha, kawasan Silang Monas.
‎
‎Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menekankan, agar seluruh personel yang bertugas tetap sabar, humanis, terukur, dan tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.
‎
‎"Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya," kata Reynold.
‎
‎Menurut Reynold, mahasiswa yang menyampaikan pendapat merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dijaga. Karena itu, seluruh tindakan personel harus sesuai prosedur dan tetap berada dalam satu komando.
‎
‎Dia juga mengingatkan peserta aksi agar mewaspadai kemungkinan adanya kelompok lain yang berupaya menyusup, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat untuk mengganggu ketertiban.
‎
‎"Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini," ujarnya.
‎
‎Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan sebelumnya mengatakan, aksi unjuk rasa hari ini bertajuk #MerebutKemerdekaan. BEM UI menyampaikan permintaan maaf apabila demo nantinya akan menimbulkan kemacetan
‎
‎"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," tutur Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan, Selasa (18/8/2026).
‎
‎Berikut ini 8 tuntutan BEM UI dalam aksi unjuk rasa hari ini.
1. ‎Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
2. ‎Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
3. ‎Wujudkan reforma agraria sejati
4. ‎Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
5. ‎Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
6. ‎Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah
7. ‎Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
8. ‎Hentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Olympic, Nasional
wwwwww