UNJ Berdayakan Guru SD Indramayu Indentifikasi Bakat Olahraga Siswa
![]() |
| Ketua Tim PKM UNJ, Dr. Juriana, M.Si., Psikolog (dua dari kiri) bersama tim saat melakukan PKM di SD Indramayu. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
INDRAMAYU - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan olahraga melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan SDM Guru Sekolah Dasar dalam Mengidentifikasi Bakat Olahraga pada Siswa di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu ini diikuti oleh 30 perwakilan guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam mengenali dan mengidentifikasi potensi serta bakat olahraga siswa secara lebih sistematis.
Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa dalam berbagai aktivitas fisik.
Selama ini, identifikasi bakat olahraga siswa masih cenderung dilakukan berdasarkan pengamatan sederhana dan belum sepenuhnya menggunakan pendekatan ilmiah dan instrumen yang terukur. Padahal, pemetaan potensi sejak usia sekolah dasar dapat menjadi langkah awal dalam mengarahkan siswa pada aktivitas atau cabang olahraga yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuannya.
Ketua Tim PKM UNJ, Dr. Juriana, M.Si., Psikolog dalam siaran persnya, Rabu (19/8/202), menyebutkan dirinya bersama tim memberikan pemahaman kepada para guru mengenai pentingnya identifikasi bakat olahraga secara objektif dan komprehensif.

Program ini merupakan bagian dari implementasi hasil penelitian dan pengembangan Instrumen Identifikasi Bakat Olahraga Multidimensi untuk Anak Usia Dini (IBOM AUD) yang mempertimbangkan tiga dimensi, yaitu fisik, psikologis, dan sosiologis.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta pengenalan penerapan instrumen. Para peserta juga memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana hasil identifikasi dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan evaluasi perkembangan dan potensi siswa. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, peserta juga mendapatkan dukungan alat yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan identifikasi bakat olahraga di sekolah.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara). Dr. Ahmad Syadali, M.Ed., selaku Kepala Dispara Indramayu, menjadi mitra utama kegiatan.
Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan juga diberikan oleh Anisah Aprilia, S.Pd. Kerja sama antara UNJ dan Dispara diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi guru serta pengembangan olahraga di daerah.
Tim pelaksana dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ terdiri atas Dr. Juriana, M.Si., Psikolog sebagai ketua, Dr. Iwan Hermawan, M.Pd., CSC.ITK dan Dr. Bayu Nugraha, M.Pd. sebagai anggota dosen.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa yaitu Firzatullah Rahmansyah, Hikmah Sa’diah dan Amelia Maulida Pratiwi yang mendukung aspek teknis pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melakukan identifikasi potensi olahraga siswa secara lebih terarah.
Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.Kolaborasi antara UNJ, Dispara Kabupaten Indramayu, KKGO, dan guru Sekolah Dasar diharapkan dapat memperkuat upaya menemukan dan mengembangkan potensi olahraga generasi muda.
Dengan identifikasi yang dilakukan sejak dini dan berbasis data, diharapkan semakin banyak potensi siswa yang dapat dikembangkan secara optimal hingga menjadi bibit atlet potensial Kabupaten Indramayu di masa mendatang. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Umum, Jawa Barat |













