BNPB Deteksi 74 Hektare Karhutla di Kaltim, Titik Api Capai Kawasan Dekat IKN
![]() |
| Tim gabungan dari berbagai unsur berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, setelah berjibaku sejak Rabu (19/8/2026). |
JAKARTA - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur hingga Jumat (21/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luasan lahan yang terdampak mencapai 74,84 hektare, dengan sebaran titik api menyentuh kawasan yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengonfirmasi bahwa rentetan kebakaran ini mulai terdeteksi sejak Rabu (19/8/2026). Mayoritas lahan yang hangus merupakan kawasan semak belukar dan gambut yang rawan terbakar saat curah hujan menurun.
Kawasan Konservasi di Paser Terdampak
Di wilayah Kabupaten Paser, kebakaran menyasar area taman konservasi. Titik api menyebar di tiga kecamatan utama, yakni Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau.
"Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi Rabu (19/8/2026) di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare," jelas Berton.
Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser langsung melakukan intervensi darurat. Tim gabungan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api melalui jalur darat sekaligus melakukan pemantauan intensif guna mencegah meluasnya area kebakaran.
Eskalasi Kebakaran di Kutai Kartanegara
Selain Paser, wilayah lain yang mencatatkan tingkat kerusakan cukup masif adalah Kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan data BNPB, luas lahan yang terbakar di kabupaten ini mencapai 49,55 hektare.
"Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara," papar Berton.
Sebaran titik api di wilayah ini merata di beberapa desa dan kelurahan, meliputi Desa Loa Gagak di Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang di Kecamatan Tenggarong, Desa Kayu Bata di Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang di Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu di Kecamatan Kota Bangun. Kerusakan terluas tercatat di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga.
Sisa Titik Api dan Prioritas Penanganan
Tim reaksi cepat BPBD Kutai Kartanegara bersama relawan dan regu pemadam kebakaran segera menyebar ke titik-titik yang masih dapat dijangkau. Hasil evaluasi visual Kamis (20/8/2026) menunjukkan sebagian besar api telah berhasil dikendalikan, kecuali di satu titik krusial.
"Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare. Secara visual Kamis (20/8/2026) api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api," urainya.
Menghadapi dinamika ini, pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk tidak mengendurkan pengawasan dan upaya mitigasi. "Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," pungkas Berton. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Olympic, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara |













