Circupas Satu Dorong Warga Binaan Lapas Cibinong Makin Produktif
![]() |
| Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto saat peluncuran Circupas. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
BOGOR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong meluncurkan Circular Pemasyarakatan (Circupas) Satu, sebuah inovasi yang mengusung konsep pemasyarakatan sirkular dengan menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan warga binaan, peningkatan keterampilan, hingga penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.
Program ini menjadi langkah baru Lapas Cibinong dalam mendorong transformasi pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Circupas Satu dirancang sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan berbagai potensi di lingkungan pemasyarakatan. Warga binaan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program pembinaan, tetapi juga dilibatkan dalam proses yang memberikan pengalaman, keterampilan, dan peluang produktif.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto mengatakan, peluncuran Circupas Satu menjadi titik awal untuk membangun model pemasyarakatan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
“Melalui Circupas Satu, kami berupaya mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan warga binaan, peningkatan keterampilan, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami ingin pembinaan tidak berhenti pada proses, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Wisnu dalam siaran pers, Selasa (25/8).
Menurut dia, konsep tersebut sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan melalui kegiatan yang produktif.
Dengan pendekatan tersebut, pembinaan diharapkan tidak hanya menghasilkan aktivitas selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Wisnu menegaskan, peluncuran Circupas Satu bukanlah garis akhir dari sebuah inovasi. Sebaliknya, momentum tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang untuk membangun ekosistem pemasyarakatan yang terus berkembang.
“Apa yang kami resmikan hari ini bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari sebuah ekosistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, produktif, transparan, kolaboratif, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap Circupas Satu dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga manfaatnya semakin luas.
Konsep pemasyarakatan sirkular yang diusung juga diharapkan mampu mempertemukan aspek lingkungan, sosial, keterampilan, dan ekonomi dalam satu rangkaian pembinaan yang saling terhubung.
Peluncuran Circupas Satu turut mendapat apresiasi dan dukungan sebagai bagian dari proyek perubahan “Circupas Satu Smart Correctional Circular Hub”.
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi Lapas Cibinong untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pemasyarakatan sekaligus memberikan dampak lebih luas.
Bagi Lapas Cibinong, keberhasilan Circupas Satu tidak semata-mata diukur dari lahirnya sebuah program baru. Lebih jauh, inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dalam pola pembinaan warga binaan.
Mulai dari kepedulian terhadap lingkungan, keterampilan yang semakin terasah, hingga lahirnya aktivitas bernilai ekonomi menjadi satu rangkaian yang diharapkan dapat memperkuat kemandirian warga binaan.
“Kami ingin Circupas Satu tumbuh menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan karya dan manfaat. Warga binaan memiliki potensi yang harus diberikan ruang untuk berkembang," tuturnya.
"Dengan pembinaan yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi keterampilan yang bernilai ketika mereka kembali ke masyarakat,” Wisnu menambahkan.
Dengan diluncurkannya Circupas Satu, Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan arah baru pembinaan yang mengedepankan produktivitas, inovasi, kepedulian lingkungan, kolaborasi, dan keberlanjutan.
Sebuah langkah yang diharapkan bukan hanya mengubah cara melihat pemasyarakatan, tetapi juga mengubah potensi yang ada di balik tembok lapas menjadi kekuatan yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | PON, Beladiri, Jawa Barat |













