Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  e-Sports

‎APKLI-P Dorong Penguatan PKL dan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

‎APKLI-P Dorong Penguatan PKL dan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
Munas VI APKLI-P yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Rabu, 26 Agustus 2026 18:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Perjuangan (APKLI-P) mendorong penguatan peran pedagang kaki lima (PKL) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Dorongan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI APKLI-P yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 25-27 Agustus 2026.

‎
‎Ketua Umum APKLI-P, Ali Mahsun Atmo mengatakan, Munas VI menjadi forum tertinggi organisasi untuk menetapkan sejumlah keputusan strategis, termasuk memperluas cakupan pendampingan APKLI-P yang selama ini berfokus pada PKL.
‎
‎"Ke depan akan menangani usaha kecil dan mikro. Artinya, sektor hulu juga kita dampingi," kata Ali di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (26/8/2026).
‎
‎Menurut dia, perubahan tersebut diperlukan karena Indonesia membutuhkan lebih banyak penciptaan lapangan kerja dan lapangan usaha baru. Pendampingan tidak hanya diperlukan bagi pedagang di sektor hilir, tetapi juga pelaku ekonomi produktif di sektor hulu, seperti petani, nelayan, hingga industri yang berkembang di desa dan kelurahan.
‎
‎Ali menilai, penguatan sektor ekonomi rakyat harus dilakukan secara menyeluruh agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan kesejahteraan yang lebih berkeadilan.
‎
‎Selain memperluas pendampingan, APKLI-P dalam Munas VI juga akan mendorong pembentukan Badan Perekonomian UMKM Republik Indonesia. Ali menyebut lembaga tersebut penting untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional sekaligus mengejar target penciptaan 100 juta UMKM unggul.
‎
‎"Saya sudah titipkan kepada Pak Wamendes untuk disampaikan kepada Presiden bahwa badan ini sangat mendasar supaya Indonesia mampu mencetak 100 juta UMKM yang unggul," ujarnya.
‎
‎Ali mengungkapkan, pembentukan badan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen negara dalam memperkuat UMKM secara lebih terarah, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha hingga pendampingan.
‎
‎APKLI-P akan menetapkan konsep Modal Usaha Pendampingan dan Produktif (MUPP) PKL Indonesia. Ali menegaskan, konsep tersebut bukan sekadar skema pembiayaan, melainkan metode penyaluran modal yang menempatkan masyarakat sebagai subjek ekonomi dan disertai pendampingan.
‎
‎"Penyaluran kredit apa pun, penyaluran kapasitas usaha ekonomi produktif apa pun kepada pelaku ekonomi rakyat tanpa pendampingan akan tidak efektif, bahkan banyak penyalahgunaan," ungkapnya.
‎
‎Ali membeberkan, sumber pembiayaan dapat berasal dari berbagai skema, termasuk dana filantropi, kemitraan produktif, penyelamatan modal produktif, hingga tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
‎
‎Selain persoalan modal, APKLI-P juga menyoroti legalitas usaha bagi pelaku UMKM. Hal itu berkaitan dengan kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku pada 17 Oktober mendatang untuk kelompok usaha tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Ali menyebut, hingga saat ini baru sekitar 3,6 juta UMKM yang memiliki sertifikat halal. Sementara itu, kapasitas pemerintah melalui program sertifikasi halal disebut baru mampu menjangkau sekitar 1,3 juta UMKM per tahun.
‎
‎Karena itu, APKLI-P berencana mendorong pembentukan Yayasan Dana Sosial PKL UMKM Indonesia. Lembaga tersebut diharapkan dapat membantu pelaku PKL dan UMKM memperoleh legalitas usaha, pembiayaan, serta pendampingan agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
‎
‎"Ini menjadi titik tolak sejarah terbarukan, mumpung pemerintah berpihak kepada PKL dan UMKM," tegas Ali.
‎
‎Dia berharap, agenda tersebut menjadi momentum baru hubungan APKLI-P dengan pemerintah. Ali mengaku selama 12 tahun berada di posisi oposisi terhadap pemerintah, tetapi kini ingin mendorong kolaborasi untuk memperkuat ekonomi rakyat.
‎
‎"Saya yakin badan perekonomian UMKM akan terbentuk dan saya akan mengawal ini sampai Presiden menerbitkan keputusan presiden pembentukan badan perekonomian UMKM," tuturnya.
‎
‎Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menilai, PKL memiliki peran besar dalam menopang fondasi perekonomian nasional.
‎
‎Riza menyatakan, keberadaan PKL tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok masyarakat kecil, tetapi juga berkontribusi dalam memasarkan produk lokal dan produk dalam negeri.
‎
‎"PKL memberikan kontribusi terbaik bagi ekonomi, pertumbuhan ekonomi, memasarkan produk-produk lokal yang ada, terutama produk dalam negeri," jelas Riza.
‎
‎Dia menuturkan, aktivitas PKL turut mendorong produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat, baik di desa maupun perkotaan.
‎
‎Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan revitalisasi terhadap peran PKL agar sektor tersebut dapat berkembang secara lebih tertata dan mengikuti perkembangan zaman.
‎
‎"Tugas kita adalah merevitalisasi peran PKL ke depan agar lebih baik, lebih tertata, dan lebih modern, lebih digital," bebernya.
‎
‎Riza menambahkan, penguatan PKL ke depan perlu didukung dengan penyediaan ruang pasar, akses permodalan, serta revitalisasi usaha. Ia juga menyebut kontribusi PKL terhadap perekonomian cukup besar, termasuk dalam aktivitas ekspor.
‎
‎"PKL punya peran besar terhadap PDB-nya juga tinggi, bahkan ekspor melalui PKL juga sudah lebih dari 15,7 persen," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:e-Sports
wwwwww