Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Bayang-bayang Mesin Pintar di Kantor Pemerintahan, Benarkah ASN Riau akan Terpinggirkan?

Bayang-bayang Mesin Pintar di Kantor Pemerintahan, Benarkah ASN Riau akan Terpinggirkan?
Menteri PAN-RB Rini Widyantini (foto: kemenpan-rb)
Rabu, 26 Agustus 2026 07:05 WIB
JAKARTA - Bayangkan sebuah kantor kecamatan yang biasanya disesaki puluhan pegawai untuk mengurus tumpukan berkas warga. Kelak, pemandangan tersebut berpotensi berubah drastis dan hanya diisi belasan orang berkat bantuan perangkat lunak yang mampu bekerja secara otomatis.

Skenario pergeseran budaya kerja ini bukanlah fiksi, melainkan realitas yang tengah dibahas serius di Senayan. Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf sempat memantik diskusi hangat saat mengevaluasi kinerja birokrasi pada Senin (24/8/2026). Ia menggambarkan bagaimana sebuah presentasi yang tadinya memakan tenaga tiga orang, kini bisa diselesaikan sekejap oleh sistem.

"Padahal sebagaimana kita ketahui dengan adanya digitalisasi dan lain-lain, mungkin itu mestinya tidak perlu sampai puluhan orang. Mungkin cukup 15 sampai 20 orang," cetusnya menggambarkan kondisi instansi di tingkat kecamatan.

Ruang Baru Tanpa Kehilangan Empati

Wacana efisiensi yang seolah mengancam keberadaan aparatur sipil negara (ASN) tersebut langsung diredam oleh pemerintah pusat. Menteri PANRB Rini Widyantini, Rabu (26/8/2026), meredam isu pengurangan pegawai secara massal dengan sudut pandang yang lebih membumi.

Mesin pintar, menurut Rini, memang didesain untuk mengambil alih pekerjaan administratif yang monoton dan berulang. Namun, tujuannya bukan untuk memecat manusia, melainkan membebaskan mereka dari jebakan rutinitas agar bisa benar-benar hadir melayani masyarakat.

"Pemanfaatan AI harus didahului peningkatan kompetensi ASN dan berjalan bersama transformasi digital pemerintah," paparnya.

Ia menggarisbawahi bahwa di balik kecepatan sistem meramu jutaan data, tetap dibutuhkan sosok manusia yang bisa memahami penderitaan warga, memberikan pertimbangan hukum yang adil, serta mengambil keputusan yang bijak. Mesin tidak memiliki empati, dan di sanalah peran ASN sejatinya diuji. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional
wwwwww