Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PSIM Yogyakarta Pertahankan Ziarah ke Tradisi Makam Raja-Raja Mataram

PSIM Yogyakarta Pertahankan Ziarah ke Tradisi Makam Raja-Raja Mataram
PSIM Yogyakarta saat ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram. (Ileague.id)
Kamis, 27 Agustus 2026 15:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANTUL - Seluruh anggota PSIM Yogyakarta melangsungkan agenda pramusim dengan berziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (26/8/2026) kemarin. Aktivitas ini juga menjadi tradisi tiap musim kompetisi baru yang akan dijalani Laskar Mataram.

Agenda tahunan ini dirancang untuk memperkuat ikatan kultural seluruh elemen tim terhadap akar budaya di Bumi Mataram dan Kota Yogyakarta sebelum mengarungi kompetisi resmi musim 2026/2027. Perjalanan mengunjungi dua tempat sarat sejarah tersebut menghadirkan suasana khidmat penuh rasa hormat terhadap para pendiri peradaban Mataram Islam.

Pemain PSIM, Savio Sheva Maresca mengatakan pentingnya penghormatan sejarah bagi seluruh penggawa Laskar Mataram. Baginya, pemahaman tentang budaya dan sejarah menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun karakter kesebelasan.

“Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekadar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar,” ucapnya.

Pengalaman serupa turut dirasakan oleh Khairul Fikri Maarif. Meski kegiatan ziarah ini bukan yang pertama kalinya bagi dua pemain tersebut, namun mereka merasa lebih dekat dengan kultur masyarakat lokal setelah melihat langsung jejak peninggalan para leluhur.

“Datang ke tempat bersejarah ini memberi saya pemahaman yang lebih dalam tentang akar dan identitas tim,” ungkap Fikri.

Dengan mengetahui sejarah dan budaya dari para leluhur, Fikri mengaku termotivasi untuk bisa melanjutkan semangat perjuangan para generasi terdahulu dengan memberikan yang terbaik bagi tim Laskar Mataram.

“Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan kultur lokal, sekaligus menyuntikkan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu,” tegasnya.

Rangkaian agenda di Kotagede dan Imogiri ditutup dengan rasa kebersamaan makin solid di antara seluruh anggota tim. Manajemen berharap kegiatan ini mampu memberi motivasi tersendiri bagi para pemain untuk melipatgandakan daya juangnya bersama tim saat melakoni laga musim depan. ***

wwwwww