Bawa Pulang 6 Trofi Mayor, Messi Resmi Akhiri Dua Dekade Karir di Timnas Argentina
![]() |
| Lionel Messi. |
JAKARTA - Berakhir sudah era keemasan Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Pemain bernomor punggung 10 ini menyatakan pensiun dari tugas internasional setelah membela skuad La Albiceleste selama kurun waktu 20 tahun. Pesan perpisahan tersebut dibagikan secara resmi melalui akun Instagram, Selasa (1/9/2026).
Pernyataan tersebut langsung mendapat balasan dari berbagai pihak, termasuk kolega terdekatnya, Angel Di Maria. "Saya dan semua orang Argentina akan berterima kasih seumur hidup," paparnya menanggapi keputusan sang kapten.
Rekam Jejak Tinta Emas
Karir internasional Messi dimulai dengan gemilang saat memenangi Piala Dunia U20 edisi 2005. Pada partai final, ia mencetak dua gol penalti untuk mengandaskan Nigeria 2-1. Torehan enam gol di turnamen tersebut juga menjadikannya pencetak gol terbanyak. Momentum ini berlanjut ke Olimpiade Beijing 2008, di mana Argentina meraih medali emas usai mengalahkan lawan yang sama dengan skor 1-0 lewat gol Di Maria.
Setelah melewati berbagai fase, gelar senior pertama hadir di Copa America 2021. Gol tunggal Di Maria ke gawang Brasil memastikan kemenangan 1-0. Messi keluar sebagai pencetak gol terbanyak bersama Luis Diaz dari Kolombia dengan empat gol. Dominasi di Amerika Selatan ini kembali dikukuhkan dengan raihan trofi Copa America 2024.
Ketangguhan Argentina juga terbukti di pentas lintas benua. Pada ajang Finalissima 2022, skuad asuhan Lionel Scaloni ini melibas juara Eropa, Italia dengan skor telak 3-0. Lautaro Martinez, Angel Di Maria, dan Paulo Dybala menyumbang gol, sementara Messi mengamankan gelar pemain terbaik berkat kontribusi dua umpan matang.
Penantian 36 Tahun Berakhir di Qatar
Puncak pencapaian karir Messi adalah trofi Piala Dunia 2022 di Qatar, memecah kebuntuan juara sejak era Diego Maradona. Perjalanan turnamen tidak berjalan mulus karena Argentina sempat takluk 1-2 dari Arab Saudi di laga pembuka. Namun, kemenangan 2-0 atas Meksiko dan Polandia memastikan mereka lolos sebagai juara grup.
Pada babak 16 besar, Argentina menghentikan perlawanan Australia 2-1 lewat eksekusi Messi dan Julian Alvarez. Laga dramatis tersaji di perempat final melawan Belanda. Keunggulan 2-0 berkat Nahuel Molina dan Messi buyar usai Wout Weghorst mencetak dua gol, termasuk gol penyeimbang di menit ke-90+11. Argentina akhirnya lolos usai menang adu penalti 4-3, lalu menang telak 3-0 atas Kroasia di babak empat besar.
Laga final kontra Prancis dipenuhi tensi tinggi. Argentina unggul dua gol lebih dulu melalui Messi dan Di Maria. Keadaan berbalik tegang saat Kylian Mbappe mencetak sepasang gol dalam 97 detik. Di masa perpanjangan waktu, skor kembali imbang 3-3 setelah Messi dan Mbappe mencetak gol tambahan. Argentina mengunci gelar juara lewat kemenangan adu penalti 4-2.
Dominasi Angka di Panggung Internasional
Selama membela panji negara, Messi meninggalkan deretan statistik impresif. Ia merupakan pencetak gol terbanyak Argentina dengan 125 gol serta pemegang rekor penampilan terbanyak dengan 207 laga. Di turnamen Piala Dunia, ia memegang rekor jumlah pertandingan terbanyak (34 laga), kemenangan terbanyak (23 kali), serta menjadi top skor negara tersebut dengan 21 gol.
Rekor individu lainnya tercipta di Piala Dunia 2026, ketika ia menjadi pencetak hattrick tertua pada usia 38 tahun 357 hari saat menghadapi Aljazair. Di kompetisi Copa America, dominasi Messi terlihat dari rekor 39 kali bertanding, 25 kemenangan, lima kali tampil di final (2007, 2015, 2016, 2021, 2024), serta konsistensi memberikan umpan gol di tujuh edisi berbeda. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Sepakbola |













