Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
23 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Gerakan Simpati CdM Todotua Yang Tak Terungkap

Gerakan Simpati CdM Todotua Yang Tak Terungkap
CdM Todotua Pasaribu. (Ist)
Rabu, 02 September 2026 18:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tidak salah memang Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Menpora Erick Thohir memberikan kepercayaan kepada Todotua Pasaribu sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. 

Sentuhan Wakil Menteri Investasi yang selalu didampingi Bendahara Umum Tim CdM Tedjodiningrat Broto Asmoro dalam setiap visitasi ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) menimbulkan kesan mendalam bagi manajer dan pengurus induk cabang olahraga (cabor).

CdM Todotua disebut bukan hanya memperhatikan kepentingan atlet yang tergabung dalam Kontingen Merah Putih pada pesta olahraga Asia empat tahunan tersebut. Namun, Wakil Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mampu mengundang simpati.

Tak banyak yang mengetahui CdM Todotua telah memberikan bantuan dana pelatnas terhadap cabor dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026. Tidak terkuak ke publik tetapi mengundang simpati.  

"Luar biasa Pak CdM Todotua bukan hanya mengunjungi pelatnas cabor dan mendengar kendala yang dihadapi atlet tetapi memberikan bantuan dana pelatnas yang diupayakan dari sponsor. Kami tidak melihat berapa nilai bantuan yang diberikan tetapi perhatiannya yang kami apresiasi. Terus terang, ini pertama kali CdM Kontingen Indonesia melakukannya," kata Wakil Ketua Umum I PB WI yang juga Manajer Timnas Wushu Indonesia, Iwan Kwok yang dhubungi beberapa waktu lalu.

Bantuan dana pelatnas tersebut memang sangat berarti bagi induk organisasi olahraga (PP/PB) yang mempersiapkan atletnya untuk berlaga di Asian Games yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. Apalagi, PP/PB menjalankan program pelatnas dengan dukungan anggaran terbatas akibat terjadinya pemangkasan anggaran di seluruh Kementerian termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Tidak hanya Iwan Kwok, Sekjen Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI) Yasser Arafat Suaidy juga memberikan apresiasi atasa bantuan pelatnas tersebut.

"Pak CdM Todotua itu DNA nya olahraga. Tidak salah Pak Okto selaku Ketua Umum NOC Indonesia dan Menpora Erick memberikannya kepercayaan memimpin Kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Ini pertama kali CdM melakukan sesuatu diluar dugaan," kata Yasser, panggilan karibnya.

Apa yang disebut Yasser itu diamini Manajer Timnas Tenis Meja Indonesia, Anton Suseno, Sekjen Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Edy Suyono dan Sekjen Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI/Indonesia Cycling Federation/ICF), Jadi Rajagukguk.

"Memang luar biasa pak CdM Todotua penuh perhatian. Ya, ini CdM pertama yang mau mengupayakan adanya dana bantuan pelatnas," kata Anton Suseno.

"Ya, kehadiran CdM Todotua memang telah memberikan warna baru bagi dunia olahraga Indonesia. Perhatiannya luar biasa terhadap atlet." timpal Jadi Rajagukguk.

"CdM Todotua tercatat sebagai CdM pertama yang punya perhatian terhadap pelatnas. Apa yang dilakukan CdM Todotua bisa dijadikan standar untuk menunjuk CdM berikutnya,' tambah Edy Suyono.

“Pak CdM Todotua sangat memahami kebutuhan atlet dan mampu merangkul sponsor. Perhatiannya itu bisa  menjadi motivasi bagi atlet untuk bisa meraih prestasi terbaik di Asian Games Nagoya 2026,” kata Sekjen PERBATI, Hengky Silatang.

"Saya melihat CdM Todotua benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. Kalau boleh disebut Pak Todotua itu CdM yang paling ideal," timpal Ketua Umum PP Persambi yang juga Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu.  

Ungkapan simpati itu cukup beralasan. Karena, CdM Todotua memang selalu berdialog dengan atlet pelatnas dan pengurus induk-induk organisasi cabang olahraga untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam setiap melakukan visitasi.

Janji CdM Todotua  akan mengutamakan kenyamanan atlet selama berada di Jepang agar bisa tampil maksimal pun sudah mulai dibuktikan. Makanya, Pelatih Timnas Mix Martial Art (MMA) Agung Maulana secara terbuka menyampaikan ucapan terimakasih kepada CdM Todotua dan timnya karena Timnas MMA diberangkatkan lebih cepat dari waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Kami itu tanding 20 September, sebelumnya kami berangkat 19 September, jadi hampir tidak ada waktu istirahat. Tapi berkat jajaran CdM dan tim, kami bisa berangkat lebih cepat," katanya.

Semua yang dilakukan CdM Todotua sebagai bentuk penghargaan. Baginya, atlet merupakan pejuang yang menempuh perjuangan panjang dengan pengorbanan. Mereka mengorbankan sebagian pendidikan, masa muda, dan kesehariannya sebagai pemuda-pemudi dengan terus berlatih untuk mengibarkan Merah Putih. ***

wwwwww