Imigrasi Jakbar Kuatkan Digitalisasi hingga Keamanan Siber
![]() |
| Kepala Seksi Tikim Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Siti Adytia saat menjelaskan sistim digitalisasi. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat melakukan penguatan sejumlah inovasi pelayanan digital dan keamanan siber. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah KIBAR Connect (Key Information Base and Accessible Response Channel of Information and E-Complaint Tracking).
Kanal tersebut dirancang untuk menjadi pintu komunikasi masyarakat dengan Imigrasi Jakarta Barat, baik untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan saran, masukan, dan pengaduan.
Namun, digitalisasi pelayanan tidak berhenti pada tersedianya kanal komunikasi. Infrastruktur di belakang sistem juga menjadi perhatian agar pelayanan tetap dapat berjalan secara optimal.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Siti Adytia, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dukungan jaringan internet untuk menopang kebutuhan pelayanan dan pengarsipan yang semakin terintegrasi secara digital.
Menurut Siti, kebutuhan jaringan menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan berbagai layanan digital dapat berjalan secara konsisten.
“Untuk jaringan internet kami sudah sangat siap dan didukung fasilitas modem dengan spesifikasi yang mumpuni. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penyediaan jaringan internet berkualitas tinggi,” kata Siti dalam siaran pers, Rabu (2/9).
Ia menuturkan, kesiapan teknologi juga dibarengi dengan langkah mitigasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan. Hal ini termasuk antisipasi terhadap gangguan jaringan maupun ancaman keamanan siber.
“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk gangguan jaringan sampai serangan siber, kami juga sudah menyiapkan perangkat sekuritas yang dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan dukungan tersebut, Imigrasi Jakarta Barat optimistis dapat mengembangkan pelayanan digital melalui berbagai kanal, mulai dari situs web, aplikasi, hingga media sosial.
Meski demikian, Siti menegaskan bahwa kesiapan sistem bukan berarti membuat jajaran lengah. Evaluasi dan mitigasi tetap diperlukan untuk memastikan setiap inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami tetap melakukan mitigasi dan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan sistem. Jadi, digitalisasi ini tidak hanya berbicara tentang aplikasi, tetapi juga bagaimana memastikan sistemnya aman, jaringan tersedia, dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tuturnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama, mengatakan berbagai inovasi yang diluncurkan merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Rakha, inovasi harus memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan, bukan sekadar menjadi program baru di lingkungan kantor.
“Melalui peluncuran berbagai inovasi ini, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan keimigrasian yang semakin mudah diakses, responsif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rakha.
Ia menekankan bahwa setiap inovasi harus terus dijalankan dan dikembangkan mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjadikan setiap inovasi ini tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi dapat terus diimplementasikan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Semangat tersebut tercermin melalui berbagai inovasi yang dikembangkan Imigrasi Jakarta Barat. Di sektor pelayanan paspor, misalnya, terdapat KIBAR Melati, layanan jemput bola bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus untuk mendapatkan pelayanan paspor di rumah sakit.
Ada pula Sahabat KIBAR, yang membawa pelayanan paspor lebih dekat ke masyarakat melalui pusat-pusat keramaian seperti mal.
Sementara dalam pengelolaan layanan keimigrasian lainnya, Imigrasi Jakarta Barat juga mengembangkan inovasi yang berkaitan dengan izin tinggal dan status keimigrasian.
KIBAR Connect kemudian menjadi simpul komunikasi yang menghubungkan masyarakat dengan jajaran Imigrasi Jakarta Barat.
Kanal tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus menyampaikan keluhan, baik melalui mekanisme luring maupun kanal digital.
Tidak kalah penting, terdapat BMN Care, sebuah inovasi dalam pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang mendorong pendataan kondisi inventaris kantor secara lebih sistematis melalui sistem.
Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi di Imigrasi Jakarta Barat tidak hanya menyentuh wajah pelayanan yang terlihat oleh masyarakat, tetapi juga menyasar tata kelola internal.
Transformasi tersebut pada akhirnya membentuk sebuah ekosistem pelayanan. Masyarakat tidak hanya dihadapkan pada proses administrasi yang semakin mudah, tetapi juga mendapatkan ruang komunikasi yang lebih terbuka.
KIBAR Connect menjadi kanal untuk mendengar suara masyarakat. KIBAR Melati dan Sahabat KIBAR membawa pelayanan mendekati pemohon. Inovasi terkait izin tinggal dan status keimigrasian memperkuat pelayanan substantif, sementara BMN Care membenahi pengelolaan internal.
Di sisi lain, kesiapan jaringan dan perangkat keamanan menjadi fondasi agar ekosistem digital tersebut tetap dapat beroperasi.
Dengan pendekatan itu, Imigrasi Jakarta Barat berupaya menggeser paradigma pelayanan dari sekadar datang, mengurus, dan pulang, menjadi pelayanan yang lebih proaktif, komunikatif, terintegrasi, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat.
Transformasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa wajah pelayanan publik di era digital bukan hanya tentang seberapa banyak aplikasi yang dimiliki sebuah instansi. Lebih jauh, ukurannya adalah seberapa mudah masyarakat mendapatkan layanan, seberapa cepat keluhan ditangani, dan seberapa tangguh sistem menjaga pelayanan tetap berjalan.
Melalui penguatan inovasi dan infrastruktur digital tersebut, Imigrasi Jakarta Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun pelayanan keimigrasian yang modern, adaptif, aman, dan semakin dekat dengan masyarakat. ***
| Kategori | : | PON, Voli, DKI Jakarta |













