Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PSS Sleman Makin Termotivasi Kehadiran Suporter di Laga Tandang

PSS Sleman Makin Termotivasi Kehadiran Suporter di Laga Tandang
PSS Sleman. (Ileague.id)
Rabu, 02 September 2026 22:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SLEMAN - PSS Sleman akan menjalani laga perdana di arena BRI Super League 2026/2027 dengan status sebagai tim tamu. Sesuai jadwal, Super Elang Jawa akan menghadapi Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9) mendatang.

Laga tersebut tidak hanya menandai kembalinya PSS ke kompetisi kasta tertinggi, tetapi juga menghadirkan suasana berbeda bagi perjalanan tandang Super Elang Jawa. Pasalnya, memasuki musim 2026/27, kehadiran suporter tim tamu kembali mendapatkan ruang setelah dalam beberapa musim sebelumnya diberlakukan pembatasan.

Kembalinya suporter di laga tandang menjadi salah satu warna baru kompetisi musim ini. Bagi PSS, kesempatan tersebut membuka kembali satu elemen penting yang selama bertahun-tahun melekat dalam perjalanan klub yakni keberadaan pendukung yang ikut mengiringi perjuangan tim jauh dari Sleman.

Situasi tersebut disambut positif oleh Asisten Pelatih PSS Sleman, Demerson Bruno. Baginya, kehadiran suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta nanti bukan sekadar menghadirkan warna di tribun, melainkan memberikan tambahan energi bagi para pemain ketika harus berjuang jauh dari rumah.

“Luar biasa. Sekarang, dukungan untuk PSS ada di mana-mana. Di mana pun kami bermain, pasti ada banyak suporter yang datang. Tentu tim sangat senang kalau mereka bisa hadir bersama kami,” ungkap Demerson.

Menurutnya, hubungan antara pemain dan suporter memiliki arti penting terutama dalam pertandingan tandang. Ketika atmosfer stadion lebih banyak berpihak kepada tuan rumah, suara dari tribun pendukung PSS diyakininya mampu menghadirkan dorongan psikologis sekaligus menjaga semangat pemain sepanjang pertandingan.

“Saya selalu bilang kepada pemain, kalau suporter PSS datang memberikan support, mereka menjadi pemain ke-12 kami. Ini sangat penting. Jadi, ketika mereka datang memberikan support kepada kami, tentu tim juga senang sekali. Kami akan berjuang dan bermain spartan untuk mereka,” imbuhnya.

Kembalinya kesempatan mendampingi tim di laga tandang sekaligus membawa tanggung jawab bersama. Kehadiran suporter pada musim ini berjalan dengan sejumlah ketentuan serta mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan dan karakter setiap pertandingan. 

Karena itu, dukungan positif dan tertib menjadi bagian penting agar kesempatan mendampingi PSS di berbagai kota dapat terus terjaga sepanjang kompetisi.

Ketika para penggawa PSS menoleh ke tribun dan menemukan warna yang sama, tentunya jarak antara Sleman dan tempat mereka bertanding seolah kehilangan maknanya. Dukungan itu menjadi rumah yang ikut berjalan, ke mana pun tim bertanding. ***

wwwwww