Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Operasi Pekanan, Militer Israel Kuasai Punggung Bukit Ali al-Taher

Operasi Pekanan, Militer Israel Kuasai Punggung Bukit Ali al-Taher
Pasukan Israel dalam operasi di Lebanon. (Foto: Anadolu)
Jum'at, 04 September 2026 21:00 WIB

BEIRUT - Militer Israel mengklaim telah menguasai dua jalur bawah tanah milik Hizbullah di kawasan punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, setelah menjalankan operasi selama beberapa pekan. Dalam pernyataannya pada Kamis (3/9/2026), militer Israel menuturkan pasukannya kini berupaya menetralisasi jaringan terowongan di kawasan tersebut.

Militer Israel mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan punggung bukit, baik di atas maupun di bawah tanah, serta menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dalam operasi tersebut.

Rincian Kompleks Bawah Tanah

Kompleks bawah tanah itu mencakup pusat komando, ruang penyimpanan senjata, dan fasilitas tempat tinggal, kata militer Israel, dikutip dari Xinhua.

Militer Israel juga menuduh infrastruktur tersebut dibangun selama lebih dari dua dekade dengan pendanaan dari Iran.

Kawasan Ali al-Taher terletak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel dan menjadi salah satu titik panas dalam konflik Israel-Hizbullah di Lebanon selatan.

Pembahasan Keamanan dan Gencatan Senjata

Operasi tersebut berlangsung ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon masih berlanjut. Pada awal Agustus, kedua negara menggelar putaran ketujuh perundingan di Roma, Italia, yang membahas pengaturan keamanan perbatasan serta penerapan kerangka kesepakatan antara kedua pihak.

Pasukan Israel masih ditempatkan di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon terus menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Olympic, Basket, DKI Jakarta
wwwwww