Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

FPPJ: Kontribusi MRT Revitalisasi Kota Tua Perkuat Jakarta Menuju Kota Global

FPPJ: Kontribusi MRT Revitalisasi Kota Tua Perkuat Jakarta Menuju Kota Global
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah. (Ist)
Kamis, 10 September 2026 10:26 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mengapresiasi rencana PT MRT Jakarta (Perseroda) merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta, dengan menerapkan konsep placemaking.

Ketua Umum FPPJ, Endriansyah mengatakan, rencana tersebut menjadi langkah positif dalam menghidupkan kembali kawasan bersejarah Jakarta agar tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan memiliki aktivitas ekonomi serta sosial yang berkelanjutan.

 
"Revitalisasi Kota Tua dengan konsep placemaking merupakan langkah yang tepat. Kawasan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik, tetapi juga harus dihidupkan dengan aktivitas masyarakat sehingga memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi," kata Rian, Kamis (10/9/2026).
 
Rian menjelaskan, penerapan konsep placemaking dapat memperkuat karakter Kota Tua sebagai salah satu identitas Jakarta. Penataan kawasan juga perlu memperhatikan kenyamanan pejalan kaki, ruang publik, akses transportasi, serta keberadaan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi kreatif.
 
Menurutnya, pengembangan kawasan Kota Tua yang terintegrasi dengan transportasi publik, khususnya MRT Jakarta dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
 
"Integrasi transportasi publik dengan kawasan bersejarah seperti Kota Tua akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat. Orang bisa datang dengan transportasi umum, berjalan kaki menikmati kawasan, kemudian menikmati aktivitas budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang ada," ujarnya.
 
Ia menambahkan, revitalisasi Kota Tua juga harus tetap menjaga nilai sejarah dan karakter kawasan. Modernisasi tidak boleh menghilangkan identitas Kota Tua sebagai bagian penting dari sejarah Jakarta.
 
"Kita mendukung modernisasi, tetapi identitas sejarah Kota Tua harus tetap menjadi ruh utama. Jangan sampai revitalisasi justru menghilangkan karakter kawasan yang menjadi daya tariknya," ucapnya.
 
Rian berharap, rencana revitalisasi tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, pegiat budaya, serta pemangku kepentingan lainnya.
 
"Kalau dilakukan dengan perencanaan yang baik dan melibatkan berbagai pihak, Kota Tua bisa menjadi contoh bagaimana kawasan bersejarah dapat dikembangkan menjadi ruang publik modern tanpa kehilangan identitasnya," imbuhnya.
 
Ia memaparkan, pengembangan Kota Tua melalui konsep placemaking sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang memiliki konektivitas transportasi, ruang publik berkualitas, serta kawasan sejarah dan budaya yang tetap hidup.
 
"Jakarta sebagai kota global harus punya wajah yang modern sekaligus punya identitas. Kota Tua adalah salah satu aset penting yang bisa menunjukkan bahwa Jakarta mampu menggabungkan transportasi modern, ruang publik, sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan," bebernya.
 
Ia menegaskan, pengembangan MRT Jakarta dapat terus dilakukan secara konsisten serta menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang modern, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
 
"Transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan, tetapi juga harus ditopang peningkatan kualitas hidup, kemudahan mobilitas masyarakat, serta pembangunan kota yang berkelanjutan," pungkasnya. ***

wwwwww