Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Cuaca Ekstem dan Banjir di Nagoya, CdM Todotua: Kita Monitor, Atlet Fokus Pertandingan

Cuaca Ekstem dan Banjir di Nagoya, CdM Todotua: Kita Monitor, Atlet Fokus Pertandingan
CdM Todotua Pasaribu. (NOC Indonesia)
Kamis, 10 September 2026 10:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Situasi cuaca ekstem dan banjir yang terjadi di Nagoya, Jepang menjadi perhatian Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu. Apalagi, Athlete Village yang menjadi tempat penginapan para peserta berada di kawasan pelabuhan dan relatif dekat dengan laut.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat melepas Kontingen Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9/2026), CdM Todotua memastikan seluruh atlet Indonesia yang telah berada di Jepang dalam kondisi aman.
Panitia penyelenggara, kata Todotua, memang telah mengambil sejumlah langkah antisipasi, termasuk melakukan evakuasi sejak sebelumnya dan meningkatkan status kesiagaan di kawasan Athlete Village. Namun, Tim CdM Indonesia terus memantau kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta otoritas setempat.

Menurut Todotua, keputusan terkait penanganan kondisi di lapangan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan panitia penyelenggara Asian Games. “Kita akan mengikuti aturan dari panitia dan pemerintah setempat. Sejauh ini atlet kita yang sudah berada di sana posisinya aman. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan dalam waktu segera kondisi bisa reda,” katanya.

Sebelumnya, Todotua juga menyampaikan bahwa Tim CdM telah memonitor perkembangan situasi di Nagoya sejak malam hari. Kondisi banjir berdampak pada berbagai aktivitas di kota tersebut setelah otoritas setempat menerapkan pembatasan terhadap sejumlah kegiatan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Kontingen Indonesia, tetapi juga peserta Asian Games lainnya. Sejumlah aktivitas publik turut terdampak, termasuk layanan umum seperti rumah sakit dan sekolah.

“Ini situasi major. Bukan hanya venue olahraga, tetapi juga pelayanan umum. Jadi ini memang keputusan pemerintah setempat dan merupakan kondisi force majeure,” jelasnya.

Tim CdM yang berada di lapangan terus melakukan koordinasi untuk mencari alternatif tempat latihan bagi atlet yang membutuhkan. Langkah tersebut dilakukan agar program persiapan tetap dapat berjalan ketika kondisi memungkinkan.

Todotua menegaskan, dukungan nonteknis terhadap kontingen akan terus dilakukan sejak keberangkatan, selama pelaksanaan pertandingan, hingga seluruh kontingen kembali ke Indonesia. Fokus utama Tim CdM adalah memastikan kebutuhan atlet, mulai dari akomodasi, transportasi hingga layanan pendukung, dapat terpenuhi sehingga atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan.

“Kita monitor terus. Prinsipnya, atlet fokus pada pertandingan,” kata Todotua.

Diketahui, Kontingen Indonesia menuju Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 memasuki tahap akhir persiapan. Setelah melalui proses finalisasi Delegation Registration Meeting (DRM), Tim Indonesia akan diperkuat oleh 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, mengatakan berbagai rangkaian persiapan telah dilakukan sejak dirinya menerima amanah sebagai CdM. Kegiatan tersebut meliputi visitasi cabang olahraga, koordinasi dengan manajer tim dan ofisial, pemberian dukungan kepada atlet, hingga pelaksanaan Tim Indonesia Day.

Untuk mendukung kebutuhan kontingen selama berada di Jepang, Tim Indonesia juga menyiapkan 78 tenaga pendukung, yang terdiri dari dokter, masseur, fisioterapis, serta tim Head Quarter.

“Dukungan non-teknis akan kami berikan secara maksimal. Kami akan memastikan kebutuhan akomodasi, transportasi, layanan pendukung, dan kebutuhan atlet dapat berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan masing-masing cabang olahraga,” tegasnya. ***

wwwwww