Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pelatnas Multiyears Disetujui Presiden Prabowo, Program Latihan Atlet Berkesinambungan

Pelatnas Multiyears Disetujui Presiden Prabowo, Program Latihan Atlet Berkesinambungan
Menpora Erick Thohir saat acara pelepasan Kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Kemenpora)
Kamis, 10 September 2026 10:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonedia (Menpora RI), Erick Thohir, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui bahwa terobosan baru terkait penyelenggaraan pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara jangka panjang (multi-years) untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet.

Hal tersebut disampaikan Menpora Erick usai mendampingi Presiden Prabowo melepas Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026 sekaligus bertepatan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menpora Erick berharap skema anggaran multi-years itu menjadi terobosan agar pembiayaan pelatnas tidak lagi bergantung pada pencairan anggaran setiap tahun, dimana ini berpotensi mengganggu kesinambungan program latihan atlet.

“Kami memberi pandangan kepada beliau (Presiden) mengenai pelatnas jangka panjang, dan beliau langsung meminta saya untuk mengirimkan surat segera kepada Mensesneg, bagaimana pelatnas ini bisa nanti multi-years, tidak lagi per tahun,” ujar Menpora Erick.

Menpora Erick menilai sistem multi-years merupakan terobosan agar pembiayaan pelatnas tidak lagi bergantung pada pencairan anggaran setiap tahun.

“Kalau tadi pandangan dari Bapak Presiden, yang terpenting dari anggaran kami itu kan tahun ini ada, tahun depan ada. Nah ini bisa lintas tahun. Yang tahun depan, misalnya dengan efisiensi masih tersisa, bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden nambahin,” jelas Menpora Erick.

Meski mendapatkan fleksibilitas anggaran, Menpora Erick menegaskan bahwa skema pelatnas jangka panjang ini harus dibarengi dengan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan demi melindungi integritas para atlet maupun instansi terkait.

“Yang penting bagaimana mekanisme ini harus transparan dan tidak ada indikasi hal-hal yang menjadi kasus korupsi di kemudian hari. Kita harus transparan semuanya dan kita harus lindungi atlet kita,” pungkasnya. ***

wwwwww