Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
17 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
17 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
17 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
22 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  Voli

Pengurus Baru PB Esport Bangun Ekosistem Olahraga yang Profesional dan Mandiri

Pengurus Baru PB Esport Bangun Ekosistem Olahraga yang Profesional dan Mandiri
Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri acara pelantikan PB ESI periode 2026–2030. (Kemenpora)
Selasa, 15 September 2026 19:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora0 RI Taufik Hidayat berharap kepengurusan PB Esports periode 2026–2030 tidak hanya harus mengejar medali, tetapi juga membangun ekosistem esports Indonesia yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wamenpora Taufik Hidayat yang mewakili Menpora Erick Thohir pada acara pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia periode 2026–2030 di Gedun Soekarno-Hatta, Mabes Badan Intelejen Negara, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

"Talenta kita ada, market kita besar, prestasi kita sudah terbukti, sekarang kita harus membangun sistemnya, memperkuat industrinya, dan terus membawa Merah Putih berprestasi di panggung dunia," kata Wamenpora Taufik.

Wamenpora Taufik melihat esports bukan lagi sekadar permainan atau hiburan. Esports menurutnya sudah menjadi olahraga prestasi, menjadi profesi, menjadi industri, dan menjadi bagian dari masa depan generasi muda Indonesia.

Pada IESF World Esports Championship 2022 di Bali, Indonesia menjadi juara umum dunia. Dua tahun kemudian, pada IESF World Esports Championship 2024 di Riyadh, Indonesia kembali menjadi juara umum dunia dengan meraih satu mendali emas MLBB Women dan satu medali perunggu MLBB Men.

​"Indonesia punya potensi yang sangat besar. Kita memiliki lebih dari 154 juta pemain gim yang berada di peringkat keempat dunia berdasarkan jumlah pemain. Nilai industri gim Indonesia pada tahun 2025 juga diperkirakan telah mencapai 32,7 triliun," ujarnya.

​Menurut Wamenpora Taufik Esports juga semakin mendapatkan tempat pada ekosistem olahraga dunia. Salah satunya FIFA turut mengembangkan esports melalui FIFA eWorld Cup dan Indonesia berhasil menjadi juara dunia FIFA eWorld Cup 2024.

​"Kita berhasil mencatat sejarah sebagai juara perdana AFC EAsian Cup di tingkat regional, Indonesia juga meraih medali perunggu di SEA Games Thailand 2025 melalui MLBB Men. Artinya, talenta kita ada potensinya besar, prestasinya sudah terbukti," tambahnya.

Wamenpora Taufik juga menyampaikan saat ini harus merubah mindset bahwa olahraga bukanlah biaya, olahraga adalah investasi. "Kita juga membangun karakter generasi muda, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menggerakkan ekonomi," ujarnya.

​Masih menurut Wamenpora, Esports menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga hari ini berkaitan dengan teknologi, Indonesia kreatif, lapangan pekerjaan, dan ekonomi digital.

​"Ke depan, kita juga harus berani punya target besar. Dunia esports bergerak secara cepat. Setelah FIFA mengembangkan kompetisi esports, ke depan kita juga akan menghadapi perkembangan Olympic Esports Games. Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, kita harus menjadi salah satu negara yang diperhitungkan," pungkas Wamenpora.

Kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 dipimpin langsung Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra yang juga sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). ***

wwwwww