Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
22 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
24 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Beladiri

Skandal Smart Board Berlanjut, Legislator Muara Enim Penuhi Panggilan Penyidik

Skandal Smart Board Berlanjut, Legislator Muara Enim Penuhi Panggilan Penyidik
Ilustrasi (net)
Selasa, 15 September 2026 18:20 WIB

JAKARTA - Penelusuran aliran dana haram dalam proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim terus bergulir. Hari ini, penyidik lembaga antirasuah memanggil anggota DPRD Muara Enim, Hera Elyana untuk dimintai kesaksiannya terkait kasus yang telah menjerat bupati setempat, Selasa (15/9/2026).

Fokus Penyidikan di Sumatera Selatan

Pemeriksaan para saksi tidak dilakukan di Gedung Merah Putih, melainkan dipusatkan di ibu kota Sumatera Selatan agar memudahkan koordinasi dan kehadiran saksi.

"Pemeriksaan dilakukan Kantor BPKP Provinsi Sumatera Selatan," papar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Budi menjelaskan bahwa agenda utama hari ini adalah membedah praktik rasuah dalam pengerjaan proyek daerah.

"Hari ini Selasa (15/9), KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dalam dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) terkait suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Muara Enim," jelasnya.

Libatkan Swasta dan Pejabat Daerah

Hera Elyana tidak sendirian menghadapi berondongan pertanyaan penyidik. Sepuluh nama lain turut dijadwalkan hadir. Dari kubu birokrasi, terdapat nama Asisten II Pemkab Muara Enim yang sebelumnya menjabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, RH; Kepala Bappeda Pemkab Muara Enim, ET; Kasi PMD Kecamatan Muara Enim, MGLM (PNS); pegawai PUPR, RD; hingga tenaga PPPK Disdikbud Muara Enim, RDA.

Sedangkan dari sektor non-pemerintahan, penyidik memanggil Dirut CV Rizky, PRL; Direktur CV Gatra Aranco, IDR; pengacara, MM; serta dua orang dari kalangan swasta yakni MZS dan APP.

Duduk Perkara Kasus Pengadaan

Rentetan pemanggilan ini berakar dari terbongkarnya dugaan suap pada pengadaan smart board di lingkungan Disdikbud Kabupaten Muara Enim. Sebelumnya, lembaga antirasuah telah menetapkan Bupati Muara Enim, Edison, sebagai tersangka utama.

Penyidik mendapati indikasi kuat adanya setoran uang tunai sebesar Rp500 juta yang mengalir dari kontraktor ke kantong pejabat. Kasus ini juga menyeret tiga tersangka lain yang diduga ikut memuluskan transaksi gelap tersebut. Mereka adalah Sekretaris Disdikbud Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani; orang kepercayaan Edison, Adi Triyadi; serta Cory Erin Hardi selaku perwakilan swasta dari PT Millenium Solusi Abadi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww