Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  SEA Games

DPRD DKI Minta Kota Layak Anak Hadir Nyata di Sekolah dan Ruang Publik

DPRD DKI Minta Kota Layak Anak Hadir Nyata di Sekolah dan Ruang Publik
Ilustrasi. (Ist).
Rabu, 16 September 2026 14:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- DPRD DKI Jakarta meminta penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tidak berhenti pada penguatan regulasi, tetapi harus diwujudkan melalui perlindungan anak yang konkret di sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

Anggota Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Husen mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Layak Anak harus mampu menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi anak.

‎
‎Hal itu disampaikan dalam rapat pembahasan Ranperda KLA di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026).
‎
‎"Perda tersebut jangan sekadar regulasi dalam tataran konsep atau normatif. Implementasinya dan kesiapan pemerintah juga harus diperhatikan," kata Husen.
‎
‎Menurut Husen, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam mewujudkan kota layak anak adalah kekerasan dan perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Pemerintah dinilai perlu memiliki pemetaan mengenai wilayah dan jenis kerawanan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
‎
‎Selain kekerasan dan perundungan, Husen meminta persoalan eksploitasi anak mendapat perhatian lebih tegas. Perlindungan juga harus mencakup kasus yang melibatkan orang-orang terdekat anak, termasuk orangtua.
‎
‎"Hal itu penting karena perlindungan anak harus benar-benar konkret," jelas Husen.
‎
‎Anggota Bapemperda DPRD DKI Jakarta M. Subki menambahkan, Ranperda KLA perlu mengatur kewajiban orangtua dalam memberikan perlindungan kepada anak. Menurut dia, peran keluarga menjadi bagian penting karena berbagai fasilitas dan kebijakan pemerintah tidak akan berjalan efektif jika tidak diikuti kepedulian orangtua.
‎
‎"Kalau kita bicara anak, yang sangat dominan adalah orangtua," ujar Subki.
‎
‎Subki menekankan, konsep kota layak anak tidak hanya berkaitan dengan perlindungan dari kekerasan, tetapi harus tercermin dalam kondisi fisik dan infrastruktur kota.
‎
‎"Ruang kota perlu dibuat aman, mudah diakses, serta mendukung aktivitas keluarga bersama anak," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww