Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Raih Perunggu, Medali Pertama Indonesia, Seraf Naro: Asian Games Bukan Pertandingan Biasa

Raih Perunggu, Medali Pertama Indonesia, Seraf Naro: Asian Games Bukan Pertandingan Biasa
Seraf Naro Siregar menunjukan medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 22026. (Kemenpora)
Minggu, 20 September 2026 10:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

NAGOYA - Atlet wushu Indonesia, Seraf Naro Siregar tercatat sebagai penyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia pada 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam pertandingan ketat yang berlangsung di Aichi Prefectura Martial Arts Hall, Nagoya, Jepang, Minggu (20/9/2026), Naro, panggilan karibnya, meraih medali perunggu Taolu nomor Changquan putra dengan mencatat 9.720 poin.

Perolehan poin yang diraih Naro ini hanya selisih 0,003 poin dari peraih emas diraih Chi Hin Kuong dari Macau dengan 9,723 poin. Sedangkan medali perak diraih rekan satu negara Kuong, Chi Kuan Song dengan 9,720 poin.

"Naro sudah menampilkan yang terbaik. Tidak ada potongan poin dari wasit. Perbedaan skor dengan peraih emas hanya 0.003 menunjukkan ketatnya persaingan. Sebagai atlet yang tampil pertama dari 21 peserta tentunya Naro pasti mengalami sedikit beban," kata Wakil Ketua Umum PB WI, Gunawan Tjokro yang menyaksikan langsung penampilan Naro.

"PB WI mengucapkan terimakasih atas bantuan Kemenpora untuk mengirim atlet wushu untuk sparing ke china selama 1 bulan untuk mempersiapkan mental atlet kita. Masih ada 3 hari ke depan, mohon doa nya agar kita meraih prestasi," tambahnya.

GoNews.co Foto bersama peraih medali ema
Foto bersama peraih medali emas Chi Hin Kuong dari peraih perak Kuong, Chi Kuan Song dari Macao. (Foto: Kemenpora)

Bagi Naro, pencapaian ini memiliki makna tersendiri karena Changquan bukan merupakan nomor utamanya. Pada Asian Games Hangzhou 2022, ia meraih medali perunggu pada nomor Daoshu & Gunshu.

“Untuk performa hari ini, saya bisa menampilkan cukup baik, seperti latihan biasa. Dan saya sudah cukup bangga dengan hasil hari ini karena memang persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat. Bisa dilihat dari penilaiannya, jaraknya dekat semua. Jadi saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia,” ujar Naro usai memastikan ia meraih medali perunggu.

Tantangan Naro menuju pertandingan di Nagoya juga tidak mudah. Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, ia mengalami gangguan pada bagian lutut. Kondisi tersebut sempat menghambat persiapannya karena rasa nyeri muncul ketika melakukan gerakan lompatan, tolakan, hingga pendaratan.

“Bagi atlet pasti itu adalah hal yang umum. Cuma memang yang tidak umum adalah ketika bagaimana kita bisa bangkit, bisa tetap percaya diri ketika kita harus membela negara,” ucap Naro.

GoNews.co Saat tampil. (NOC Indonesia)
Saat tampil. (NOC Indonesia)

Naro menjelaskan, kondisi tersebut membuatnya tidak dapat menjalani latihan dengan intensitas seperti biasanya. Program persiapannya lebih banyak diarahkan pada penguatan, terapi, tusuk jarum, dan shockwave therapy.

“Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah nggak bisa buat lompat, kaki sudah nggak ada tenaga. Jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi. Jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga," jelasnya.

Untuk latihan teknik, Naro bahkan harus mengurangi frekuensi latihan menjadi sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Padahal, menjelang pertandingan dalam kondisi normal, latihan teknik dapat dilakukan hingga sekitar 10 kali dalam seminggu.

Medali pertama Indonesia di Asian Games ini juga memiliki makna mendalam bagi Naro. Menurut Naro, Asian Games merupakan panggung yang diimpikan banyak atlet dan menjadi salah satu event terbesar dalam perjalanan kariernya.

“Arti medali Asian Games ini buat saya segalanya. Karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet. Atlet manapun sudah bermimpi untuk berkompetisi di sini, apalagi dapat medali. Saya sangat mendedikasikansemua hidup saya untuk event terbesar ini,” tutup Naro. ***

wwwwww