Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pramono Paparkan Strategi Transportasi hingga Pengendalian Banjir di New York

‎Pramono Paparkan Strategi Transportasi hingga Pengendalian Banjir di New York
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani. (Ist).
Senin, 21 September 2026 16:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pengalaman Jakarta dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan mendapat perhatian dari Pemerintah Kota New York. Hal itu dibahas dalam pertemuan bilateral Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York, Minggu (20/9/2026).

‎Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin kota bertukar pengalaman mengenai solusi menghadapi tantangan kota besar, mulai dari transportasi publik, kemacetan, banjir, polusi udara, hingga pembiayaan pembangunan melalui obligasi daerah.

‎
‎Mamdani secara khusus menggali strategi Jakarta dalam mengatasi kemacetan dan mengembangkan transportasi publik. Pram kemudian memaparkan pengembangan Transjabodetabek yang dirancang untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
‎
‎"Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah," kata Pram.
‎
‎Selain memperkuat transportasi massal, Pram menyampaikan Jakarta telah menyediakan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat. Di antaranya lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, serta mahasiswa penerima KJMU.
‎
‎Pengalaman Jakarta dalam menghadapi persoalan banjir juga menjadi bagian dari pembahasan. Pram menjelaskan, Pemprov DKI terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah atau land subsidence, serta mengembangkan Giant Sea Wall.
‎
‎"Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall," ujar Pram.
‎
‎Selain persoalan transportasi dan banjir, Jakarta juga membahas rencana penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Bond untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur perkotaan. Rencana tersebut mendapat respons positif dari Mamdani.
‎
‎"Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik," ucap Mamdani.
‎
‎Mamdani bahkan menawarkan pertukaran pengetahuan antara tim keuangan New York dan Pemprov DKI Jakarta. Tim keuangan New York disebut siap berbagi pengalaman mengenai persiapan hingga proses penerbitan obligasi daerah.
‎
‎"Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah," tuturnya.
‎
‎Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Jakarta untuk memaparkan sejumlah pengalaman dan kebijakan dalam menghadapi persoalan khas kota metropolitan. Di sisi lain, pertemuan dengan New York membuka peluang pertukaran pengetahuan yang lebih konkret dalam pengembangan transportasi, pengendalian banjir, hingga pembiayaan infrastruktur perkotaan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww