Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Tuduhan Intel Aparat Menggema, Kapuspen TNI: Itu Taktik Intimidasi KKB

Tuduhan Intel Aparat Menggema, Kapuspen TNI: Itu Taktik Intimidasi KKB
Aparat keamanan masih mendalami dan memburu pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Papua Pegunungan. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)
Senin, 21 September 2026 08:14 WIB

JAKARTA - Taktik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyasar warga sipil dan secara konsisten melabeli mereka sebagai mata-mata mendapat sorotan tajam dari institusi militer. Rentetan tuduhan tersebut dipandang sebagai alat teror bersenjata guna mengintimidasi penduduk yang sedang menjalankan rutinitas hariannya di wilayah Papua.

Kapuspen TNI, Mayjen Muhammad Nas memberikan klarifikasi menepis narasi yang kerap dibangun oleh kelompok tersebut. Menurutnya, klaim mata-mata selalu didengungkan setiap kali ada insiden kekerasan yang melibatkan penduduk sipil.

"Jadi, selalu klaimnya itu. Jadi, kalau kita lihat sifatnya hanya teror dan intimidasi aja," beber Nas saat memberikan keterangan di kawasan Monas, Minggu (20/9/2026).

Pihaknya memastikan para korban sama sekali tidak berhubungan dengan kegiatan intelijen keamanan mana pun. Nas merinci bahwa mereka adalah pekerja biasa yang mencoba menyambung hidup dan ikut menjaga denyut nadi ekonomi di pedalaman Bumi Cenderawasih.

"Padahal jelas-jelas adalah warga masyarakat yang mencari makan atau malah membantu perekonomian kehidupan masyarakat di Papua sendiri," tambahnya.

Menghadapi pola gangguan ini, barisan pertahanan merapatkan formasi. Langkah taktis yang diambil aparat keamanan bukan dengan menyusun strategi baru, melainkan memperketat serta mempercepat ritme patroli wilayah.

"Sementara masih menjalankan pola operasi yang sama, namun dipergencar aja kerjanya, operasi dipergencar," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, e-Sports, DKI Jakarta
wwwwww