Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  SEA Games

Legislator Muhammad Taufik Zoelkifli Minta Acara Berbau Miras di Ancol Dihentikan

Legislator Muhammad Taufik Zoelkifli Minta Acara Berbau Miras di Ancol Dihentikan
Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli. (Ist).
Kamis, 24 September 2026 15:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Rencana acara "Chivas Regal-Scream or Dance: Blooming Garden" di Ancol, Jakarta Utara, mendapat sorotan DPRD DKI Jakarta. Legislator Komisi B DPRD DKI, Muhammad Taufik Zoelkifli meminta, Pemprov DKI dan pengelola Ancol mengevaluasi izin serta keterlibatan merek minuman beralkohol dalam acara tersebut.

Taufik mengatakan, keresahan masyarakat terkait penggunaan nama merek minuman beralkohol dalam acara di kawasan Ancol perlu mendapat perhatian serius. Menurut dia, Ancol merupakan destinasi wisata keluarga sekaligus bagian dari ekosistem badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta.

‎
‎"Ini memang sesuatu yang harus mendapat perhatian serius. Pertama karena Ancol merupakan destinasi wisata keluarga, dan yang kedua Ancol itu adalah bagian dari ekosistem BUMD DKI Jakarta," kata Taufik saat diwawancara, Kamis (24/9/2026).
‎
‎Meski demikian, Taufik meminta persoalan tersebut disikapi secara objektif. Menurut dia, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah kegiatan tersebut hanya berupa acara musik dengan sponsor tertentu atau terdapat unsur promosi, penjualan, maupun pembagian minuman beralkohol.
‎
‎Karena itu, dia meminta status perizinan, bentuk kerja sama, serta tanggung jawab pengelola kawasan dijelaskan secara terbuka. Taufik menilai status acara yang dikelola pihak ketiga tidak serta-merta menghilangkan tanggung jawab Ancol sebagai pengelola kawasan.
‎
‎"Ancol tetap mempunyai tanggung jawab moral dan harus punya tata kelola serta reputasi atas kegiatan yang berlangsung di dalam kawasannya. Dikatakan sudah kontrak bisnis tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keresahan masyarakat," ujarnya.
‎
‎Taufik juga meminta Pemprov DKI, Ancol, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan evaluasi sebelum izin kegiatan diterbitkan. Evaluasi tersebut, kata dia, harus mencakup seluruh ketentuan hukum dan aspek perlindungan masyarakat.
‎
‎Terlebih, Direktur Utama Ancol sebelumnya disebut menyampaikan bahwa izin untuk kegiatan tersebut belum terbit. Menurut Taufik, kondisi itu menjadi momentum bagi instansi terkait untuk memastikan seluruh persyaratan dipenuhi sebelum kegiatan berlangsung.
‎
‎"Kalau minuman beralkohol ternyata menjadi bagian utama dari promosi dan kegiatan tersebut, sebaiknya acara dibatalkan atau jalan tengahnya penyelenggara diminta mengganti sponsor dan konsepnya," ucapnya.
‎
‎Berdasarkan informasi pada laman resmi Scream or Dance, acara "Chivas Regal-Scream or Dance: Blooming Garden" dijadwalkan berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Harga tiket yang ditawarkan mulai Rp380.000 hingga Rp1,5 juta untuk kelas VIP.
‎
‎Taufik menegaskan, Jakarta tetap harus menjadi kota yang terbuka bagi kegiatan seni, musik, dan ekonomi kreatif. Namun, keterbukaan tersebut menurutnya perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai masyarakat.
‎
‎"Jakarta boleh kreatif dan terbuka, tetapi aset BUMD tidak boleh dikelola tanpa batas nilai dan tanpa tanggung jawab sosial," pungkas Taufik. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww