Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Umum

BGN Rancang Sistem Penilaian Digital, Kinerja SPPG Dievaluasi Lewat Bintang

BGN Rancang Sistem Penilaian Digital, Kinerja SPPG Dievaluasi Lewat Bintang
Sabtu, 26 September 2026 14:39 WIB

JAKARTA - Kualitas penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dipantau secara ketat dari akar rumput. Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang menyiapkan sebuah platform aplikasi agar kepala sekolah beserta guru mampu mengukur secara langsung performa layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Keterlibatan sekolah dalam memberikan penilaian harian ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan pelaksanaan program secara nasional. Data yang dihimpun akan membantu BGN dalam melihat potret riil pelayanan dari kacamata pihak yang mendampingi siswa.

Penentu Kelayakan Konsumsi Siswa

Instrumen penilaian dalam aplikasi tersebut menggunakan rentang skala satu hingga lima bintang. Pendidik dapat memberikan skor harian berdasarkan sejumlah kriteria pokok, yakni kepastian waktu pengiriman sajian makanan serta kelayakan dan mutu nutrisi bagi peserta didik.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny menuturkan bahwa terobosan ini diciptakan supaya pihak sekolah memiliki wadah komunikasi yang lugas mengenai kondisi di lapangan. "Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai," paparnya, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Tysa, segala bentuk catatan kritis maupun pemberian skor akan diakumulasikan sebagai bahan kajian evaluasi internal. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi area layanan SPPG yang masih membutuhkan perbaikan perbaikan teknis.

Tembusan Laporan Langsung ke Pusat

Untuk memastikan tidak ada kendala yang terabaikan, satuan pendidikan tetap dipersilakan menggunakan kanal pelaporan konvensional jika menemukan kejanggalan dalam distribusi MBG.

Bila aduan melalui kanal biasa mandek tanpa tindak lanjut yang jelas, pelapor diarahkan untuk mengirimkan tembusan secara langsung ke pihak BGN. Prosedur ini disiapkan guna mempercepat mitigasi persoalan, sehingga SPPG terpacu untuk terus menjaga standar mutu gizi yang diterima anak didik di sekolah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Umum
wwwwww