Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

FPPJ Gelorakan Penggunaan Transportasi Publik Sebagai Gaya Hidup Global

FPPJ Gelorakan Penggunaan Transportasi Publik Sebagai Gaya Hidup Global
Diskusi FPPJ bahas penggunaan transportasi publik sebagai gaya hidup global.
Senin, 28 September 2026 18:26 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mengadakan diskusi bertajuk "Jakarta Bergerak From Scholl To Global City: Naik Transportasi Publik Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Gaya Hidup Global".

Bertindak sebagai keynote speech dalam diskusi ini, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim dengan menghadikan narasumber 

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan; Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko; serta Kepala Pusat Kebijakan Strategis dan Pelayanan BP BUMD DKI Jakarta, Wahyudi.
 
Ketua Umum FPPJ, Endriansyah yang akrab disapa Rian mengatakan, melalui kegiatan ini FPPJ ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara BUMD dengan masyarakat. Kami mengambil MRT sebagai salah satu contoh karena bagi kami, MRT bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga ruang pendidikan sosial dan karakter.
 
"Ketika anak-anak sekolah mulai terbiasa menggunakan transportasi publik, mereka sesungguhnya sedang belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, menghargai waktu, serta adab dalam berinteraksi dengan sesama. Belajar mengantre, mendahulukan yang membutuhkan, menghormati orang lain, dan memahami bahwa ruang publik adalah milik bersama," kata Rian, di lokasi acara, Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
 
Rian menegaskan, budaya menggunakan transportasi publik juga akan membantu mengurangi kemacetan, mempertemukan warga dari berbagai latar belakang, serta mempererat hubungan sosial masyarakat Jakarta.
 
Jakarta sebagai kota global bukan hanya tentang seberapa modern infrastruktur-nya, tetapi juga tentang seberapa maju karakter dan peradaban warganya.
 
"Terima kasih kepada MRT dan narasumber. Mudah-mudahan pertemuan hari ini menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas, yang lebih energik, dan lebih menyala. Melalui transportasi publik, kita membangun peradaban dan bersama kita bergerak menuju Jakarta Global," jelasnya.
 
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim mengajak generasi muda harus menjadi pionir dalam penggunaan transportasi publik.
 
"Ujung tombaknya harus adik-adik sekalian. Caranya bagaimana? Mulai tertib dalam berlalu lintas dan membiasakan diri menggunakan transportasi umum," ujarnya.
 
Menurut Chico, Jakarta saat ini sudah memiliki konektivitas transportasi publik yang semakin baik. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta sudah mencapai lebih dari 90 persen.
 
"Artinya, ketika kita keluar rumah dan berjalan tidak sampai 500 meter, insyaAllah sudah bisa menemukan minimal JakLingko, Mini Trans, Transjakarta, bahkan LRT. Ini yang kemudian harus menjadi gaya hidup dan karakter warga Jakarta," ucapnya.
 
Chico menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh karakter masyarakatnya. Ia mencontohkan budaya menggunakan transportasi publik di negara-negara maju yang menurutnya sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
 
"Kalau di negara-negara maju, sudah tidak keren lagi punya mobil keren. Saya bisa ngomong begitu karena alhamdulillah punya kesempatan ketika muda kuliah di luar negeri. Saya alumni New York University, lulus tahun 1997," tuturnya.
 
Chico mengisahkan pengalamannya saat tinggal di New York. Penggunaan transportasi umum merupakan hal yang biasa dilakukan berbagai kalangan, termasuk sejumlah figur publik.
 
"Di New York, dulu pada zaman saya kuliah, ada bintang film terkenal seperti Sarah Jessica Parker dan Matthew Broderick. Saya pernah bertemu di subway, naik MRT New York. Saya juga pernah bertemu Bruce Willis menggunakan transportasi publik," bebernya.
 
Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Mega Indahwati Tanangsa Tarigan menyampaikan, MRT Jakarta sudah menjalankan sejumlah program edukasi dan kolaborasi dengan sekolah untuk memperkenalkan transportasi publik kepada pelajar.
 
"Sudah melakukan banyak upaya-upaya, terutama berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Jadi, ada MRT Mengajar, kemudian ada juga kerja sama PKL, kemudian MRT Goes to School. Kemudian, ada juga program reguler seperti Edu Tour dan Edu Wisata," tuturnya.
 
Mega juga memastikan pelajar termasuk dalam 13 golongan yang mendapatkan akses melalui program Kartu Layanan Gratis menggunakan transportasi publik MRT Jakarta.
 
"Kami ingin menggunakan transportasi publik ini teredukasi sejak usia dini," imbuhnya.
 
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko menambahkan, pihaknya mendorong pelajar di Jakarta untuk mengambil peran dalam membangun budaya penggunaan transportasi publik.
 
Menurut Sarjoko, transportasi publik perlu dibiasakan bukan karena keterpaksaan, melainkan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
 
"Saya tegaskan kembali kepada adik-adik untuk bisa mengambil peran yang maksimal bagaimana ini bisa kita implementasikan menjadi sebuah budaya untuk bertransportasi publik bukan karena keterpaksaan, tetapi ini menjadi sebuah budaya," jelasnya.
 
Ia menyebut, karakter warga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun citra Jakarta sebagai kota global.
 
"Karena sekali lagi kota global akan dilihat dari karakter, perilaku para penghuninya, khususnya dalam bertransportasi," pungkasnya. ***

wwwwww