Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Nurisa Dian Cetak Sejarah dan Sumbang Medali Emas Kelima Indonesia, Lilies: 1 Oktober Itu Hari Bersejarah

Nurisa Dian Cetak Sejarah dan Sumbang Medali Emas Kelima Indonesia, Lilies: 1 Oktober Itu Hari Bersejarah
Pemanah putri Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah bersama medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Kemenpora)
Kamis, 01 Oktober 2026 12:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

OKAZAKI - Pemanah putri Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah membuat kejutan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Nurisa mencetak sejarah sebagai pemanah pertama Indonesia yang meraih medali emas selama keikutsertaan pada pesta olahraga empat tahunan negara Asia.

Tampil pada pertandingan final individual compound women's yang berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, Jepang, Kamis (1/10/2026), Nurisa yang tampil tenang dan percaya diri berhasil mengubur impian wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco, dengan skor tipis 139-137.

Dengan hasil ini, Nurisa telah menunjukkan pemanah Indonesia bisa bersaing di nomor individual coumpound women's. Bahkan, dia bukan hanya tercatat sebagai penyumbang medali emas kelima bagi Indonesia tetapi sumbangannya tersebut sekaligus melampaui target awal yakni 4 medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Ya, Nurisa mencetak sejarah menjadi penyumbang medali emas pertama pada nomor individual compound putri dan juga medali emas pertama cabang olahraga panahan bagi Kontingen Indonesia di Asian Games," kata Pelatih Tim Panahan Indonesia, Lilies Handayani yang juga anggota Tim Panahan Indonesia yang sukses meraih medali perak di Olimpiade Seoul 1988.

"Alhamdulillah, Nurisa Dian telah membuat sejarah di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Prestasinya luar biasa. Dia telah menjadi pemanah Indonesia pertama yang sukses meraih medali emas di Asian Games," timpal Nurfitriyana, anggota Tim Panahan peraidh medali perak pada Olimpiade Seoul 1988.

GoNews.co Bersama Lilies Handayani. (Dok
Bersama Lilies Handayani. (Dok. Pribadi)

1 Oktober Tanggal Bersejarah

Bagi Lilies perolehan medali emas Nurisa Dian yang lahir tanggal 1 Oktober 2026 menjadi tanggal bersejarah. Kenapa? Lilies menyebut 1 Oktober tersebut bertepatan dengan tiga peristiwa. Pertama, Lilies bersama Nurfitriyana dan Kusuma Wardhani sukses meraih medali perak yang merupakan medali pertama bagi Indonesia saat tampil di Olimpiade Seoul 1988. Kedua, Ketua Umum KONI Pusat Sri Sultan Hamangkubuwono IX meninggal dunia di Jepang, 1 Oktober bersamaan saat Tim Panahan menyumbangkan medali perak di Olimpiade Seoul 1988. Ketiga, dia lulus S3 pada 1 Oktober 2025.

"Tanggal 1 Oktober ini mengingatkan saya tiga peristiwa yang tak mungkin terlupakan dalam sejarah sebagai atlet panahan Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia hanya meraih medali medali perak yang dicetak Tim Recurve putra pada Asian Games New Delhi 1982, Tim Recurve putri pada Asian Games Hiroshima 1994, serta Diananda Choirunisa di nomor individual recurve putri pada Asian Games Jakarta 2018.

Kini, Kontingen Indonesia telah mengoleksi 5 medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi lima medali emas. Empat emas sebelumnya disumbangkan oleh Tim Bulutangkis Beregu putra, Ganda Putra Indonesia Leo Carnando/Daniel Marthin, lifter Rahmat Erwin Abdullah (angkat besi 75kg putra), dan Desak Made (panjat tebing speed putri). ***

wwwwww