Blok M Bakal Berubah Total Kawasan TOD Ditargetkan Rampung 2029
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Ist). |
Rabu, 07 Oktober 2026 09:33 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate di Hall Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Revitalisasi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) itu ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 2029.
Pram mengatakan, pembenahan Blok M akan membuat kawasan tersebut lebih modern, tertata, dan terintegrasi. Namun, ia menegaskan revitalisasi tidak boleh menghilangkan karakter dan identitas Blok M yang selama ini menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat, khususnya anak muda.
"Saya betul-betul berkeinginan bahwa walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya," kata Pram.
Menurut Pram, Blok M memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak muda karena menghadirkan ruang interaksi sekaligus beragam pilihan kuliner. Kawasan tersebut juga telah terhubung dengan berbagai moda transportasi, seperti MRT Jakarta, Transjakarta, dan Transjabodetabek.
Karena itu, Pram meminta PT MRT Jakarta dan pengembang PT Intiland Development tetap mempertahankan konsep utama Blok M dalam proses revitalisasi. Ia ingin kawasan tersebut tetap menjadi ruang yang hidup dan terkoneksi dengan berbagai aktivitas masyarakat.
"Yaitu tempat sesuatu yang bersifat live, tempat untuk bekerja yang tidak pernah putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak-anak muda, dan juga tradisi budaya yang baru," jelasnya.
Pram berharap transformasi Blok M dengan konsep TOD dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Setelah Blok M, Pemprov DKI Jakarta juga berencana melakukan revitalisasi kawasan lain, seperti Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua.
Ia meyakini pembenahan sejumlah kawasan tersebut akan mengubah wajah Jakarta menjadi lebih rapi, tertata, sekaligus memiliki ruang publik yang semakin mendukung aktivitas warga.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat mengatakan, peluncuran konsep desain transformasi Blok M fase ultimate merupakan bagian dari upaya membangun bisnis dan kawasan TOD melalui pengelolaan Blok M Hub.
Tuhiyat mengungkapkan, revitalisasi Blok M akan difokuskan pada lima transformasi utama. Pertama, revitalisasi terminal menjadi lebih modern dan terintegrasi. Kedua, pengembangan kawasan mixed use. Ketiga, peningkatan aksesibilitas dan integrasi antarmoda serta antar fungsi bagi pejalan kaki. Keempat, transformasi destinasi komersial. Kelima, pengembangan ruang terbuka publik yang lebih hijau, aktif, dan nyaman.
"Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total sepuluh kali lebih besar dari yang ada," ungkap Tuhiyat.
Revitalisasi akan dilakukan secara bertahap. Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada 2029. Sementara pengembangan kawasan mixed use akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Di tengah proses revitalisasi, Tuhiyat memastikan aktivitas para tenant yang saat ini berada di kawasan Blok M tidak akan dihentikan. Sebanyak 332 tenant akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant, ada 332, itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat posisinya. Jadi tetap beroperasi itu," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Metropolitan, DKI Jakarta |













