Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Pelatih Borneo FC Sanjung Performa Lini Pertahanan Saat Raih Poin di Thailand

Pelatih Borneo FC Sanjung Performa Lini Pertahanan Saat Raih Poin di Thailand
Borneo FC saat bermain imbang tanpa gol lawan Buriram United di ASEAN Club Championship 2026/2027. (Ileague.id)
Kamis, 08 Oktober 2026 18:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BURIRAM – Borneo FC Samarinda sukses mengawali langkahnya di ajang ASEAN Club Championship 2026/2027 dengan hasil positif. Bertandang ke markas wakil Thailand, Buriram United, skuad berjuluk Pesut Etam ini berhasil mengamankan satu poin berharga usai bermain imbang tanpa gol di Chang Arena, Buriram, Thailand, Rabu (7/10/2026) kemarin.

Di balik keberhasilan menahan gempuran tuan rumah, Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, memberikan apresiasi khusus kepada penjaga gawang andalannya, Kadu Monteiro. Sang kiper dinilai tampil sangat tenang dan menjadi figur kunci di bawah mistar gawang.

"Ya, dia tampil sangat bagus, begitu juga dengan pemain lini belakang. Dia sangat tenang dan mampu mengontrol area tiang kedua dengan baik," ujar Mauro dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Mauro mengungkapkan bahwa tim pelatih sebelumnya telah membaca pola serangan Buriram yang kerap memanfaatkan bola-bola mati seperti tendangan bebas, sepak pojok, dan umpan silang untuk mengincar tiang jauh.

Kendala postur pemain yang relatif pendek, di mana sebagian besar pemain Borneo FC berdiri di bawah 175 sentimeter kecuali dua bek tengah, membuat peran kiper dalam menghalau bola atas menjadi sangat krusial. Beruntung, Kadu mampu membaca arah bola dengan sempurna dan mementahkannya.

"Kami tahu Buriram biasanya merupakan tim yang banyak menyerang di tiang kedua melalui umpan silang, tendangan bebas, maupun sepak pojok. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik," tambahnya.

Tidak hanya piawai dalam melakukan penyelamatan dan mengamankan area udara, Kadu juga mendapat pujian karena kontribusinya dalam proses build-up serangan. Mauro menegaskan bahwa timnya konsisten mencoba mengalirkan bola dari lini belakang demi keluar dari tekanan lawan, alih-alih sekadar membuang bola dengan long ball.

Strategi tersebut terbukti efektif meredam agresivitas tuan rumah. Sepanjang laga, Borneo FC tercatat melakukan 14 kali tendangan gawang yang berhasil dikontrol dengan baik tanpa berbuah menjadi ancaman berarti bagi pertahanan Pesut Etam.

"Dari 14 tendangan gawang tersebut, Buriram tidak menciptakan situasi berbahaya. Jadi, kami tidak benar-benar kehilangan bola yang kemudian berujung menjadi peluang atau gol. Itu hal yang positif dan saya senang dengan penampilannya," pungkas Mauro. ***

wwwwww