Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Tepat, Keputusan Marcos Santos Masukkan Arkhan Fikri

Tepat, Keputusan Marcos Santos Masukkan Arkhan Fikri
Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (Ileague.id)
Senin, 12 Oktober 2026 12:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MALANG - Hampir kalah di kandang sendiri pada pekan keempat Super League 2026/2027, Arema FC menyisakan cerita. Keputusan memasukkan Arkhan Fikri pada babak kedua menjadi salah satu titik penting kebangkitan tim saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Tim yang sempat tertinggal 0-2 akhirnya mampu memaksakan hasil imbang 2-2 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026) kemarin.

Di balik perubahan permainan tersebut, pelatih Arema FC, Marcos Santos ternyata harus menghadapi persoalan komposisi pemain, terutama di sektor gelandang bertahan.

Sebab dua pemain yang biasa mengisi posisi tersebut, Alfeandra Dewangga dan Betinho, tidak dapat dimainkan akibat cedera. "Kami kehilangan dua pemain gelandang bertahan. Agar tidak mengubah struktur tim, opsinya adalah memainkan Hansamu Yama di babak pertama, dan kami sudah melatih hal tersebut," ujar pelatih asal Brasil itu.

"Di babak kedua, opsinya adalah Arkhan karena tim Bhayangkara FC diperkirakan sudah lelah di lini tengah sehingga Arkhan punya lebih banyak kebebasan. Kami tidak menduga akan kebobolan dua gol, tetapi seperti yang saya katakan, tanggung jawab ada pada saya," imbuhnya.

Untuk itu masuknya pemain timnas Indonesia menggantikan Hansamu Yama selepas turun minum. Kehadirannya membantu Arema meningkatkan aktivitas permainan di lini tengah yang sebelumnya lebih banyak dikuasai Bhayangkara.

Perubahan tersebut membuat tuan rumah mampu membangun serangan dengan lebih baik dan memberikan tekanan kepada pertahanan lawan.

Meski demikian, pelatih berusia 47 tahun itu tidak ingin keberhasilan mengejar ketertinggalan hanya dikaitkan dengan masuknya satu pemain. Menurutnya perubahan sikap seluruh tim menjadi faktor yang tidak kalah penting.

"Bukan hanya soal pergantian satu pemain di babak pertama yang membuat perbedaan, melainkan perbedaan yang membuat kita mengejar ketertinggalan," kata Marcos Santos.

"Hampir membalikkan keadaan dengan menciptakan peluang untuk membalikkan keadaan yang merupakan perubahan sikap dan mentalitas dari grup kita terhadap pertandingan ini," sambungnya. ***

wwwwww