Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Minta Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Jum'at, 16 Oktober 2026 15:41 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan rumah sakit dan puskesmas meningkatkan kesiagaan untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut.
Pram mengatakan, penurunan kualitas udara terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir. Karena itu, ia meminta jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menangani warga yang terdampak.
"Memang sekarang ini dalam dua hingga tiga hari ini kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk. Maka untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri," kata Pram di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).
Ia menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya masalah pernapasan yang berpotensi berkaitan dengan memburuknya kualitas udara.
Pemprov DKI Jakarta memiliki jaringan layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari kesiapan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Selain memperkuat kesiagaan fasilitas kesehatan, Pram menyebut Jakarta juga memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memantau kondisi kualitas udara.
"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG saja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Metropolitan, DKI Jakarta |













