Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Pemain PSS Sleman Bertahan di Surabaya Demi Jaga Kebugaran

Pemain PSS Sleman Bertahan di Surabaya Demi Jaga Kebugaran
PSS Sleman. (Ileague.id)
Selasa, 20 Oktober 2026 22:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - PSS Sleman memilih bertahan di Surabaya setelah melakoni laga tandang pekan kelima Super League 2026/2027 melawan Persebaya Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026) lalu. Keputusan ini diambil untuk menjaga kebugaran pemain sekaligus memaksimalkan waktu persiapan menjelang pertandingan berikutnya menghadapi Persik Kediri.

Super Elang Jawa dijadwalkan menjalani laga pekan keenam dengan bertandang ke Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) sore. Dengan jeda pertandingan yang relatif singkat, pengelolaan waktu perjalanan dan pemulihan menjadi pertimbangan penting bagi tim pelatih.

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menjelaskan bahwa durasi perjalanan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut. Menurutnya, kembali ke Sleman sebelum bertolak lagi ke Kediri justru berpotensi mengurangi waktu istirahat pemain.

“Kami memiliki opsi untuk kembali ke Yogyakarta. Namun, perjalanannya memakan waktu lima hingga enam jam. Jika pulang, kami hanya punya waktu satu hari sebelum berangkat lagi menuju Kediri dengan perjalanan empat jam,” jelas Pieter Huistra.

Selain mempertimbangkan efisiensi perjalanan, PSS juga memantau kondisi fisik pemain setelah pertandingan melawan Persebaya. Huistra menyampaikan bahwa para pemain menyelesaikan laga tersebut tanpa kendala fisik yang berarti dan kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya.

“Saat ini semua pemain menyelesaikan pertandingan dengan baik. Semua tampak bugar dan siap bertanding melawan Persik Kediri,” tegasnya.

Terkait komposisi skuad yang akan dibawa ke Kediri, pelatih asal Belanda tersebut mengisyaratkan kemungkinan mempertahankan kelompok pemain yang sama. Menurutnya, belum ada alasan kuat untuk melakukan perubahan besar dalam daftar pemain yang disiapkan.

“Saat ini, tidak ada alasan untuk melakukan perubahan. Jadi, kami kemungkinan akan memboyong 23 pemain yang sama ke Kediri,” pungkasnya.

Bagi PSS, persiapan menuju Kediri bukan hanya soal mematangkan strategi permainan, tetapi juga memastikan pemain memiliki waktu pemulihan yang memadai. Dengan memangkas perjalanan yang tidak diperlukan, tim pelatih berupaya menjaga kesiapan fisik skuad agar Super Elja dapat menghadapi Persik Kediri dengan kondisi yang optimal. ***

wwwwww