Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Empat Finalis Adu Gagasan Lewat Pidato Spontan di Grand Final WSPC 2026

Empat Finalis Adu Gagasan Lewat Pidato Spontan di Grand Final WSPC 2026
Salah satu finalis menyampaikan gagasan lewat pidato spontan di Grand Final WSPC 2026. (Kemenpora)
Jum'at, 30 Oktober 2026 18:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Empat finalis dari tiga provinsi adu gagasan melalui pidato spontan dalam Grand Final Wirasena Speech Competition (WSPC) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (30/10/2026) kemarin. 

Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 ini menguji kemampuan peserta dalam mengembangkan ide, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara kreatif dalam waktu terbatas.

Keempat finalis tersebut adalah Mazel Avakiana Arkoff Setiawan dari Jawa Barat, Ibnaty Qanita Larasati dan Almayra Zaitania Balqis Larosa dari Sumatera Utara, serta Gabriella Inez Revia Lee dari DKI Jakarta.

Dalam babak final, setiap peserta menerima tiga kata kejutan sebagai bahan untuk mengembangkan pidato. Mereka diberi waktu dua menit untuk mempersiapkan materi sebelum tampil dengan durasi maksimal lima menit. Ketiga kata tersebut harus disampaikan secara alami, kreatif, dan relevan dengan gagasan yang dibawakan.

Salah satu finalis, Ibnaty Qanita Larasati dari Sumatera Utara, mengangkat isu kesehatan mental dan tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi generasi muda. Dalam pidatonya, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan kemiskinan, pengangguran, tingginya biaya hidup, serta keterbatasan akses dan kesempatan.

Ibnaty menyoroti bahwa tidak semua anak muda memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan masa depan. “But what if I tell you that not all of us have that choice? Choosing is a luxury,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih berempati terhadap diri sendiri, tidak membandingkan kehidupan dengan orang lain, serta berani menyampaikan aspirasi dan meminta pertanggungjawaban para pemangku kebijakan.

Menjelang akhir penampilannya, Ibnaty mengajak seluruh hadirin berdiri dan mengucapkan ikrar bersama tentang tanah air yang bebas dari penindasan, bangsa yang merindukan keadilan, serta bahasa yang menyuarakan kebenaran.

Melalui WSPC 2026, para finalis mendapat ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan berbicara di depan publik. Kompetisi ini juga mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, menyuarakan aspirasi, dan merespons berbagai persoalan sosial melalui komunikasi yang efektif. ***

wwwwww