Empat Finalis Adu Gagasan Lewat Pidato Spontan di Grand Final WSPC 2026
![]() |
| Salah satu finalis menyampaikan gagasan lewat pidato spontan di Grand Final WSPC 2026. (Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 ini menguji kemampuan peserta dalam mengembangkan ide, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara kreatif dalam waktu terbatas.
Keempat finalis tersebut adalah Mazel Avakiana Arkoff Setiawan dari Jawa Barat, Ibnaty Qanita Larasati dan Almayra Zaitania Balqis Larosa dari Sumatera Utara, serta Gabriella Inez Revia Lee dari DKI Jakarta.
Dalam babak final, setiap peserta menerima tiga kata kejutan sebagai bahan untuk mengembangkan pidato. Mereka diberi waktu dua menit untuk mempersiapkan materi sebelum tampil dengan durasi maksimal lima menit. Ketiga kata tersebut harus disampaikan secara alami, kreatif, dan relevan dengan gagasan yang dibawakan.
Salah satu finalis, Ibnaty Qanita Larasati dari Sumatera Utara, mengangkat isu kesehatan mental dan tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi generasi muda. Dalam pidatonya, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan kemiskinan, pengangguran, tingginya biaya hidup, serta keterbatasan akses dan kesempatan.
Ibnaty menyoroti bahwa tidak semua anak muda memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan masa depan. “But what if I tell you that not all of us have that choice? Choosing is a luxury,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih berempati terhadap diri sendiri, tidak membandingkan kehidupan dengan orang lain, serta berani menyampaikan aspirasi dan meminta pertanggungjawaban para pemangku kebijakan.
Menjelang akhir penampilannya, Ibnaty mengajak seluruh hadirin berdiri dan mengucapkan ikrar bersama tentang tanah air yang bebas dari penindasan, bangsa yang merindukan keadilan, serta bahasa yang menyuarakan kebenaran.
Melalui WSPC 2026, para finalis mendapat ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan berbicara di depan publik. Kompetisi ini juga mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, menyuarakan aspirasi, dan merespons berbagai persoalan sosial melalui komunikasi yang efektif. ***
| Kategori | : | Kemenpora, DKI Jakarta |













