Wamendagri Bahas Pembinaan dan Pengembangan Pemuda di IYS 2026
![]() |
| Wamendagri Akhmad Wiyagus bersama Menpora Erick Thhir. (Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam materinya bertajuk “From Youth Camp to National Leadership Pipeline”, Wamendagri Akhmad membahas tentang bagaimana pembinaan dan pengembangan pemuda dalam menjadi bagian dari proses mempersiapkan calon pemimpin masa depan Indonesia. Termasuk salah satu upaya tersebut adalah Wirasena Youth Camp yang digagas Kemenpora.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Erick Thohir bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menginisiasi kegiatan ini, yang bisa menjadi kawah candradimuka pelatihan kepemimpinan di tingkat pemuda seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan,” ujar Wamendagri.
Pada sesi ini Wamendagri Akhmad menerangkan beberapa hal tentang kepemudaan dalam kaitan dengan kepemimpinan nasional. Mulai dari sejarah Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda kedua tahun 1928 dan hubungannya dengan pergerakan kepemudaan kekinian, regulasi tentang kepemudaan, hingga peran pemuda di dalam pemerintahan.
Wamendagri juga memaparkan sederet regulasi kepemudaan di Indonesia sebagai bagian menanamkan kesadaran adanya keterikatan serta keterlibatan antara pemuda dengan negara. Khususnya pada kalangan generasi milenial dan generasi Z yang mendominasi jumlah penduduk Indonesia saat ini.
“Artinya penentu negara ke depan ini adalah generasi milenial dan generasi Z, jumlahnya hampir 67 persen. Maka yang duduk di depan saya inilah yang nanti akan menentukan Indonesia Emas 2045 terwujud atau tidak,” sebut Wamendagri Akhmad di hadapan peserta Wirasena Youth Camp serta para pelajar yang hadir menyimak.
Menurut Wamendagri, bonus demografi tidak boleh lewat begitu saja. Melainkan harus memberikan sumbangsih kepemimpinan kepada mereka yang sudah mendapatkan pelatihan kepemimpinan. Sehingga diharapkan dapat muncul kepemimpinan yang adaptif, inovatif, yang bisa menyelesaikan permasalahan, minimal di tempatnya masing-masing.
Dalam kaitan pemerintahan, terang Wamendagri Akhmad, Kemendagri mendorong peran pemerintah daerah terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan kepemudaan. Selaku pembina umum kepemudaan, Kemendagri menyatakan siap berkolaborasi dengan Kemenpora yang merupakan pembina teknis kepemudaan.
“Kami mengajak dan bersedia untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk turun ke daerah, ke 514 kabupaten/kota. Untuk memberdayakan pemuda yang ada di daerah, sehingga mereka ini benar-benar punya media untuk mengembangkan dirinya, untuk menyampaikan aspirasinya,” tegas Wamendagri.
Selain mengisi forum utama, Wamendagri juga turut mengunjungi beragam booth kepemudaan yang ada di IYS 2026 dengan didampingi Menpora Erick. Bersama Menpora Erick, Wamendagri tak luput bercengkerama dengan para pemuda seraya memberikan motivasi untuk terlibat aktif dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang kepemudaan. ***
| Kategori | : | Kemenpora, DKI Jakarta |













