Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Umum

Hujan Deras Lumpuhkan 10 Kecamatan di Aceh Barat, Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah

Hujan Deras Lumpuhkan 10 Kecamatan di Aceh Barat, Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah
Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (foto: dokumentsi bpbd aceh barat)
Senin, 02 November 2026 15:16 WIB

ACEH BARAT - Hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan sungai mengakibatkan musibah banjir di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Bencana hidrometeorologi ini memaksa sedikitnya 105 warga dari dua kecamatan untuk segera meninggalkan rumah dan mencari lokasi pengungsian darurat.

"Sebanyak 35 kepala keluarga atau 105 jiwa telah mengungsi. Mereka berasal dari Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, serta Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas," beber Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Senin (2/11/2026).

Musibah tersebut mulai mengepung permukiman warga sejak Sabtu (31/10/2026) malam. Volume air yang tak tertampung meluber ke jalanan hingga melumpuhkan aktivitas dan transportasi di berbagai pedesaan.

Kerusakan Infrastruktur Desa

Banjir tercatat berdampak pada 10 kecamatan, mulai dari Pante Ceureumen, Woyla Barat, hingga Johan Pahlawan. Selain merendam perumahan, terjangan arus yang deras juga merusak infrastruktur vital, termasuk terputusnya akses jalan utama menuju Gampong Sikundo.

"Akses jalan Geudong-Kajeung turut terdampak endapan lumpur. Sementara jembatan gantung Kajeung dan Tungkop rusak berat," rinci Ronald.

Beruntung, instansi terkait memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden alam ini. Tim gabungan masih melakukan pendataan kerugian materiil, termasuk sebuah rumah di Gampong Geudong yang bagian lantainya dilaporkan terkikis akibat gerusan arus air.

Pantau Debit Sungai

Sebagai langkah antisipatif, BPBD setempat langsung menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana bersama Tim Reaksi Cepat di sejumlah posko. Petugas diturunkan untuk memantau pergerakan debit sungai secara berkala dan bersiaga untuk proses evakuasi lanjutan.

"Warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada karena hujan masih berintensitas tinggi dan debit air di sejumlah sungai terus meningkat," imbaunya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww