Hujan Deras Lumpuhkan 10 Kecamatan di Aceh Barat, Warga Terpaksa Tinggalkan Rumah
![]() |
| Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (foto: dokumentsi bpbd aceh barat) |
ACEH BARAT - Hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan sungai mengakibatkan musibah banjir di wilayah Kabupaten Aceh Barat. Bencana hidrometeorologi ini memaksa sedikitnya 105 warga dari dua kecamatan untuk segera meninggalkan rumah dan mencari lokasi pengungsian darurat.
"Sebanyak 35 kepala keluarga atau 105 jiwa telah mengungsi. Mereka berasal dari Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, serta Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas," beber Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, Senin (2/11/2026).
Musibah tersebut mulai mengepung permukiman warga sejak Sabtu (31/10/2026) malam. Volume air yang tak tertampung meluber ke jalanan hingga melumpuhkan aktivitas dan transportasi di berbagai pedesaan.
Kerusakan Infrastruktur Desa
Banjir tercatat berdampak pada 10 kecamatan, mulai dari Pante Ceureumen, Woyla Barat, hingga Johan Pahlawan. Selain merendam perumahan, terjangan arus yang deras juga merusak infrastruktur vital, termasuk terputusnya akses jalan utama menuju Gampong Sikundo.
"Akses jalan Geudong-Kajeung turut terdampak endapan lumpur. Sementara jembatan gantung Kajeung dan Tungkop rusak berat," rinci Ronald.
Beruntung, instansi terkait memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden alam ini. Tim gabungan masih melakukan pendataan kerugian materiil, termasuk sebuah rumah di Gampong Geudong yang bagian lantainya dilaporkan terkikis akibat gerusan arus air.
Pantau Debit Sungai
Sebagai langkah antisipatif, BPBD setempat langsung menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana bersama Tim Reaksi Cepat di sejumlah posko. Petugas diturunkan untuk memantau pergerakan debit sungai secara berkala dan bersiaga untuk proses evakuasi lanjutan.
"Warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada karena hujan masih berintensitas tinggi dan debit air di sejumlah sungai terus meningkat," imbaunya. ***













