Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija

Jadilah Orang Baik

Senin, 02 Juli 2018 20:14 WIB
Penulis: Drs H Iqbal Ali, MM
Jadilah Orang BaikH Iqbal Ali
JUDULNYA ringan-ringan saja, tapi susah meraihnya. Menyebut orang baik jelas erat hubungannya dengan agama. Kita tahu di dunia ada 22 agama, 6  diantaranya ada di Indonesia.

Pada prinsipnya semua agama bertujuan sama yaitu: mengantarkan umatnya menjadi uamat yang baik. Menurut Islam, menjadi umat yang baik itu jalurnya adalah Akhlak Mulia dan Tauhid yang mantab. Makanya Allah mengutus rasulnya Muhammad SAW dengan tugas pokok memperbaiki dan membina akhlak umat manusia. Sesuai dengan pernyataan rasul yaitu: ''Sesungguhnya aku diutus untuk memperbaiki dan membina akhlak umat manusia''.

Pada hadist lain: ''Manusia yang baik itu adalah yang akhlaknya baik'', (bukan yang hartanya banyak, bukan yang pangkatnya tinggi bukan yang ilmunya dalam, bukan yang jabatannya banyak dst). Oleh Islam diberikan petunjuk petunjuk maupun jalan mudah untuk menjadi orang baik berupa syariat-syariat dan rukun-rukun.

Contoh, puasa Ramadan, kita diwajibkan puasa agar mudah menjadi kelompok Muttaqin. Oleh para ulama itulah dia visi Islam yaitu menjadikan umatnya berpredikat Muttaqin. Sedangkan sebagai Misi yaitu syariat-syariat dan rukun rukun Islam. Logikanya; Apabila syariat dan rukun di amalkan dengan baik dan benar dan berdampak dalam keseharian kita, diyakini tujuan islam akan tercapai yaitu bahagia didunia dan bahagia diakhirat yang setiap hari kita jadikan doa utama.

Logika kedua, semakin banyak orang baik dinegeri ini, diyakini pula negeri kita dalam kondisi; Baldatun thoyyibatun Wa robbun Ghafuur, (negeri yang aman damai, bahagia dalam ampunan Allah).

Di samping ada orang baik ada orang penting dimana hadis barat menyebutkan; It is nice to be important, but more important to be nice, memang baik menjadi orang penting tapi lebih penting lagi bagaimana menjadi orang baik. Orang baik akan disebut dan dikenang sepanjang masa (everlasting). Orang penting belum tentu Jika ia tidak orang baik. Selagi punya jabatan, punya pangkat, punya harta melimpah dia akan disebut dan dikenang.

Tapi jika semuanya telah sirna, bisa-bisa tak disapa orang, kalau dia tidak baik (suka korupsi, otoriter, fitnah, bohong, penuh kebencian dan dengki). Oleh sebab itu, jadilah orang baik, kalau bisa dua duanya, orang penting sekaligus orang baik. Insya Allah bahagia di dunia dan bahagia di akhirat akan kita nikmati.

Itulah yang dicita-citakan umat islam yang disebut orang orang taqwa atau kelompok muttaqiin. Pertanyaan sekedar renungan  sekaligus mengakhiri tulisan; Bagaimana dinegeri kita? Mari masing masing kita menjawabnya dengan jujur dan akal sehat.***

Drs Iqbal Ali, MM adalah mubaligh IKMI Riau & Ketua Dewan Pembina IKMR Provinsi Riau.

Kategori:Ragam
wwwwww