Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
3 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
20 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
18 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
6
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
18 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP

Jadi Tersangka, Ustaz Gus Nur Siap Jalani Proses Hukum

Jadi Tersangka, Ustaz Gus Nur Siap Jalani Proses Hukum
Ustaz Gus Nur. (int)
Kamis, 22 November 2018 20:36 WIB
SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menetapkan Sugi Nur Raharja sebagai tersangka. Ustaz yang populer dengan panggilan Gus Nur tersebut dituduh melakukan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Dikutip dari detik.com, Gus Nur mengaku diperlakukan tidak adil usai diperiksa Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Selama lima jam diperiksa, Gus Nur mengaku dicecar sebanyak 20 pertanyaan oleh penydik. Ia menyimpulkan kasus yang menimpanya ini tak memenuhi sejumlah unsur pidana.

''Kalau pertanyaan (adil atau tidak) itu ya enggak adil, ini kan hanya kasus main-main yang di ada-adakan,'' kata Gus Nur.

Gus Nur lalu menceritakan soal musabab munculnya video yang kemudian jadi pangkal dalam perkara ini. Ia menyebut mulanya video itu ditujukan untuk akun media sosial 'Generasi Muda NU' yang menyebut dirinya adalah radikal.

''Akun itu membuat status 20 daftar ustad wahabi dan radikal, isinya Tengku Zulkarnain, ustaz Abdul Somad, dan saya masuk disitu, saya counter itu akun,'' kata dia.

Video yang ia buat, kata Gus Nur, hanya ditujukan untuk akun itu dan bukan untuk dimaksudkan menghina organisasi NU. Namun, secara tiba-tiba ada orang yang melaporkannya dan menudingnya mencemarkan nama baik NU.

''Padahal saya meng-counter akun Generasi Muda NU, itu kronologis sederhananya begitu,'' kata dia.

Gus Nur pun menuding bahwa si pelapor itu tak mempunyai legal standing, atau tak jelas kedudukan hukumnya dalam kasus ini.

Lebih lanjut, kata Gus Nur, video yang dijadikan barang bukti itu juga bukan diambil dari akun miliknya, melainkan dari akun Youtube orang lain.

''Itu pun dipotong satu menit, tapi sangat penting,'' kata dia.

Bagian video yang dipotong itu pun, kata Gus Nur, memuat tentang inti pesan yang ingin disampaikannya pada Generasi Muda NU. Namun bagian itu menurutnya dihilangkan.

Durasi video yang seharusnya ada 28 menit itu pun berkurang satu menit, menjadi 27 menit saja. Hal itu lah yang kemudian bagi dia menjadi bias.

''Jadi (video) saya menampilkan satu screen shot Generasi Muda NU yang merilis 20 kiai radikal itu, dihilangkan, jadi seolah-olah saya lagi menghina NU habis-habisan padahal yang saya permasalakan itu akunnya Genersi Muda NU, biasnya disitu,'' kata dia.

Kendati demikian, Gus Nur mengatakan siap menjalani seluruh proses hukum yang tengah membelitnya itu dengan baik.

Dalam kasus ini, Gus Nur disangkakan pencemaran nama baik, pasal 27 ayat 3 UU ITE, dengan acaman hukuman empat tahun penjara.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam

wwwwww