Kecepatan dan Ketinggian Lion Air JT 610 Tak Menentu Jelang Jatuh, Pakar Menduga Instrumen Ini Malfungsi

Kecepatan dan Ketinggian Lion Air JT 610 Tak Menentu Jelang Jatuh, Pakar Menduga Instrumen Ini Malfungsi
Grafik kecepatan dan ketinggian Lion Air JT 610 menjelang jatuh di perairan Tanjung Karawang. (liputan6.com)
Rabu, 31 Oktober 2018 13:30 WIB
JAKARTA - Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Untuk memastikan penyebab jatuhnya, harus membaca data rekaman kotak hitam (black box) yang ada pada pesawat naas tersebut.

Namun demikian, sejumlah analis penerbangan mencoba menyampaikan teori terkait dugaan penyebab kecelakaan Lion Air yang bermuatan 189 orang itu. 

Dikutip dari liputan6.com, malfungsi salah satu instrumen Boeing 737 MAX 8 itu, diduga menjadi penyebab signifikan jatuhnya Lion Air naas tersebut.

Sebelum hilang kontak dan jatuh, pesawat anyar yang baru diproduksi itu menunjukkan perubahan yang tidak menentu dalam kecepatan, ketinggian (altitude) dan arahnya. Hal itu menyebabkan para ahli berspekulasi bahwa ada masalah pada instrumen pesawat yang digunakan untuk menghitung kecepatan dan ketinggian pesawat, yang mungkin telah menyebabkan kecelakaan itu, demikian dilaporkan Russel Goldman untuk the The New York Times, yang dikutip Rabu (31/10/2018).

Malfungsi pada indikator yang bernama tabung pitot (pitot tubes), pernah menjadi penyebab dalam beberapa kecelakaan penerbangan sebelumnya.

Namun, para ahli menegaskan, untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan Lion Air JT 610 pada akhirnya tetap memerlukan perekam data penerbangan pesawat, yang disebut sebagai kotak hitam (black box).

Lion Air JT 610 berangkat dari Jakarta pada hari Senin pukul 6.20 pagi untuk menuju Pangkal Pinang. Setelah lepas landas, pesawat sempat mencapai ketinggian 2.100 kaki sebelum kemudian 'terjun' menjadi sekitar 1.475 kaki, demikian menurut data satelit yang dikirimkan dari pesawat dan ditayangkan oleh situs penerbangan Flightradar 24.

Beberapa saat kemudian, pesawat naik ke ketinggian bervariasi antara 4.500 dan 5.350 kaki. Data kemudian menunjukkan penurunan yang tajam, hingga hilang kontak pada pukul 6.32 pagi. Kapal terbang itu jatuh, dan diduga kuat menewaskan 189 orang di dalamnya.

Dalam penerbangan normal, garis-garis pada grafik Flightradar 24, yang mewakili kecepatan (kuning) dan ketinggian (biru), biasanya akan naik ke relatif halus. Tetapi, pada penerbangan Lion Air JT 610 hari pada Senin, grafik itu menunjukkan fluktuasi, turun naik.

''Grafik penerbangan yang tidak menentu membuat kami mencurigai adanya masalah dengan sistem pitot-static (tabung pitot),'' kata Gerry Soejatman, seorang pakar penerbangan Indonesia, kepada The New York Times.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Mesin Lion Air JT 610 Ditemukan Pasukan Katak TNI AL, Begini Kondisinya
GoNews Jadi Korban Lion Air JT 610, Arif Baru Pertama Kali Naik Pesawat, Sempat Tanya ke Teman Boleh Pakai Sendal atau Nggak?
GoNews Black Box Lion Air JT 610 yang Ditemukan Bukan Rekaman Percakapan Pilot
GoNews Ditemukan pada Kedalaman 30 Meter, Kondisi Black Box Lion Air Masih Utuh
GoNews Tim SAR Mulai Proses Pengangkatan Black Box Lion Air
GoNews Nelayan Ini Saksikan Lion Air JT 610 Jatuh dari Jarak 200 Meter, Begini Pengakuannya
GoNews Kesaksian Nelayan, Lion Air JT 610 Berputar-putar Sebelum Menukik ke Laut
GoNews Arus Bawah Laut Deras, Pencarian Korban Lion Air JT 610 Diperluas Radius 3 Kilometer
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
wwwwww