Tak Terima Diputuskan, Seorang Pemuda Kirim Video Mesum ke Ibu dan Guru Pacarnya

Tak Terima Diputuskan, Seorang Pemuda Kirim Video Mesum ke Ibu dan Guru Pacarnya
Ilustrasi. (int)
Kamis, 28 Februari 2019 22:03 WIB
WONOGIRI - Aparat Polres Wonogiri menangkap AP (18) warga Dusun Jeghok, Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. AP dituduh melakukan persetubuhan dengan gadis di bawah umur dan menyebarkan video adegan mesum.

Dikutip dari tribunnews.com, Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti membeberkan, AP telah melakukan hubungan badan dengan pacarya, AI (15), warga Jatisrono.

''Mereka pacaran. Selama itu sudah tiga kali melakukan hubungan suami istri. Pelaku ternyata merekam adegan-adegan itu menggunakan kamera ponsel,'' ujar AKBP Uri, Kamis (28/2/2019).

Perbuatan itu terungkap setelah AI memutus hubungan asmara dengan AP, beberapa waktu lalu.

Uri menuturkan, berdasarkan hasil interogasi polisi, AP tidak ingin berpisah dengan AI. Berbagai cara, sempat dilakukan AP demi memperbaiki hubungan dengan AI.

''AP sempat mengancam akan menyebarkan video-video mesum mereka ke teman-teman sekolah AI. Namun ancaman itu tak dihiraukan. Akhirnya video itu dikirimkan AP ke ibu dan guru AI,'' beber Uri.

Ibu AI, RA (45) mendapat kiriman video mesum itu dari AP, melalui aplikasi Whatsapp. Video dikirim pada hari Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

''Video dikirim beserta pesan bernada ancaman agar AI sudi menemui AP. Lalu RA mencari kebenaran kabar tersebut ke AI. Ternyata benar, video mesum itu adalah mereka,'' ujar Uri.

Berdasarkan keterangan dari AI, dia sudah tiga kali melakukan hubungan intim dengan AP.

Perbuatan tak senonoh itu, tambah Uri, dilakukan pada tanggal 15 Desember 2018, tanggal 2 dan 19 Januari 2019.

''AP juga mengirim video serupa ke guru BK AI. Sehingga, beberapa waktu lalu pihak SMA tempat AI bersekolah memanggil orangtua yang bersangkutan,'' tutur Uri.

''Pihak sekolah mengimbau agar pihak orangtua mau memindahkan AI ke sekolah lain. Hal tersebut dimaksudkan demi keamanan dan kenyamanan AI melanjutkan studi,'' tambahnya.

Uri berujar, orangtua AI merasa keberatan dan tidak menyetujui usulan tersebut.

Berdasar pembelaan orangtua, AI merupakan korban sehingga sudah sepatutnya mendapat perlindungan.

''Orangtua korban tidak terima, lalu membuat laporan ke SPKT Polres Wonogiri. Kami akan selidiki lebih lanjut,'' kata Uri. ***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Diungkap Hotman Paris, Ini yang Dikatakan Ariel ke Cut Tari di Ruang Penyidik 8 Tahun Lalu
GoNews Luna Maya dan Cut Tari Tetap Berstatus Tersangka Video Mesum
GoNews LP3HI Praperadilankan Kasus Video Mesum Luna Maya dan Cut Tari, Ini Alasannya
GoNews Video Mesum Siswi SMK dengan Pelajar SMP Beredar, Polisi Buru Penyebarnya
GoNews Pemeran Video Mesum dengan Bocah Ternyata Tengah Hamil 9 Bulan, Namun Belum Menikah
GoNews Ternyata Ini Profesi Wanita Dewasa Pemeran dalam Video Mesum dengan Bocah di Bandung
GoNews Kasus Video Mesum, Ibu Sang Bocah Mengaku Paksa Anaknya Berhubungan dengan Wanita Dewasa
GoNews Kasus Video Mesum Bocah dengan Wanita Dewasa, Polisi Tetapkan 7 Tersangka, Termasuk 2 Ibu Sang Anak
GoNews Dua Polda Selidiki Video Mesum 2 Bocah dengan Wanita Dewasa yang Beredar di Medsos
GoNews Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoNews Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoNews Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoNews Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoNews Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoNews Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoNews Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoNews Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoNews Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
wwwwww