Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
17 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
16 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
17 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
13 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik

Avtur di Malaysia dan Singapura Jauh Lebih Murah Dibanding Indonesia

Avtur di Malaysia dan Singapura Jauh Lebih Murah Dibanding Indonesia
Dirut AirAsia Dendy Kurniawan. (tribunnews.com)
Kamis, 04 Juli 2019 23:31 WIB
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan, mengungkapkan, harga avtur (bahan bakar pesawat) di Malaysia dan Singapura jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia.

Dikutip dari merdeka.com, menurut Dendy Kurniawan, mahalnya harga avtur di Indonesia menyebabkan harga tiket pesawat di Indonesia lebih tinggi dibanding dengan di Malaysia dan Singapura.

Avtur menyumbang biaya operasional maskapai sebesar 40 persen, karena itu Dendy berharap pemerintah mampu mencari solusi agar harga avtur di Indonesia setara dengan negara tetangga.

''Ya saya rasa yang kita harapkan satu dari pemerintah satu dari sisi harga avtur. Ini bukan hoaks, tapi memang harga avtur kita lebih mahal dibandingkan Singapura dan Malaysia,'' ujarnya di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Dendy mengatakan, tidak hanya harga avtur Indonesia dengan negara lain yang berbeda. Di dalam negeri sendiri pun terdapat perbedaan harga avtur, seperti Jakarta dan Bali.

''Harga di Denpasar pun bisa lebih mahal dibandingkan Jakarta 15 sampai 20 persen. Ini sesuatu yang harus dipikirkan. Kita mengerti ada distribusi cost yang harus dikeluarkan Pertamina tapi kalau begini terus bisa jadi beban buat kita. Itu kan 40 persen terhadap total cost maskapai jadi sangat signifikan,'' paparnya.

Sejauh ini untuk tetap dapat menyediakan tiket murah bagi masyarakat pihaknya menyiasati dengan melakukan pengisian avtur penuh di Malaysia atau Singapura.

''Jadi kadang-kadang tank kering itu maksudnya diterbangkan ke Malaysia atau Singapura, isinya lebih banyak daripada di Indonesia,'' jelasnya.

Selain avtur, AirAsia juga mengeluhkan mengenai perpajakan maskapai, harga sparepart atau komponen pesawat serta sewa penginapan pesawat.

''Kedua kalau dari segi perpajakan, sparepart dan sewa. Kalau ada insentif akan lebih bagus buat kita,'' tandasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww