Ada Capim KPK Miliki Harta Rp100 Miliar Hingga Rp400 Miliar

Ada Capim KPK Miliki Harta Rp100 Miliar Hingga Rp400 Miliar
Gedung KPK. (int)
Sabtu, 03 Agustus 2019 09:03 WIB
JAKARTA - Sebanyak 65 orang dari 104 calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V mengikuti seleksi tahap III (uji psikologi), wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK, karena merupakan penyelenggara negara.

Dikutip dari beritasatu.com, Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK menyebutkan, dari 65 Capim KPK Jilid V terdapat satu Capim yang mengaku memiliki harta lebih dari Rp100 miliar.

''Antara Rp100 miliar sampai Rp 400 miliar itu ada satu orang,'' kata Direktur PP LHKPN, Isnaini di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Selain itu, terdapat seorang Capim KPK yang memiliki harta tidak lebih dari Rp100 juta. 13 Capim miliki harta antara Rp100 juta hingga Rp1 miliar. Sebagian besar capim, yakni sebanyak 41 orang atau 63,08% mengaku memiliki harta antara Rp1 miliar hingga Rp10 miliar. Sedangkan sembilan capim lainnya memiliki harta Rp10 miliar hingga Rp32 miliar.

Meski demikian, Isnaini masih enggan mengungkap secara rinci identitas 65 capim KPK dari unsur penyelenggara negara, termasuk jumlah harta yang mereka deklarasikan. Hal ini lantaran proses seleksi masih berjalan.

''Mohon maaf kami belum bisa menyebutkan nama-nama di sini karena memang dalam proses seleksi ya. Baru hari Senin nanti akan ada pengumuman mengenai keputusan hasil uji psikologi, jadi kemungkinan kan akan terus berkurang. Kemudian akan ada lagi tes assesment, jadi untuk saat ini kami belum bisa menyampaikan nama-nama secara detail,'' katanya.

Secara umum, Isnaini menyebut seluruh capim dari unsur penyelenggara negara telah melaporkan hartanya. Namun, kata Isnaini, tak seluruh Capim patuh melaporkan hartanya secara periodik selama menjadi penyelenggara negara.

Dari 65 orang wajib lapor LHKPN, terdapat 11 capim yang baru satu kali melaporkan hartanya, terdapat sembilan capim yang baru dua kali melaporkan hartanya. Yang tiga kali melapor terdapat 15 orang, dan melapor empat kali sebanyak 16 orang.

''Lapor lima kali ada tujuh orang, lapor enam kali ada lima orang, dan masing-masing satu orang untuk yang sudah melapor tujuh kali dan sembilan kali,'' kata Isnaini.

Selain itu, Isnaini menyebut dari 65 orang penyelenggara yang tepat waktu melaporkan LHKPN hanya 31 orang. Sedangkan yang terlambat melaporkan LHKPN sembilan orang dan butuh perbaikan enam orang.

''Belum lapor periode 2018, namun lapor di periode di bawah tahun 2018 sebanuak 19 calon pimpinan,'' ucap Isnaini.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Profesor Syamsuddin Khawatirkan Skenario Menjinakkan KPK dalam Proses Seleksi Capim
GoNews Ini Jumlah Kekayaan 5 Jaksa yang Mendaftar Jadi Capim KPK, Tertinggi Rp8,34 Miliar
GoNews Dua Pati Polri yang Berminat Jadi Capim KPK Terakhir Laporkan Hartanya 12 Tahun Lalu
GoNews Ini 9 Nama Capim KPK dari Polri dan Jumlah Hartanya
GoNews Yenti Ganarsih Ketuai Pansel Capim KPK 2019-2023, Ini Wakil Ketua dan 7 Anggotanya
GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
wwwwww