Ahli: Gempa Banten Isyarat Keras Bakal Datangnya Megathrust Selat Sunda

Ahli: Gempa Banten Isyarat Keras Bakal Datangnya Megathrust Selat Sunda
Warga berjalan melewati tembok yang roboh setelah gempa mengguncang Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). (lp6c)
Sabtu, 03 Agustus 2019 21:49 WIB
JAKARTA - Gempa bermagnitudo 6,9 (sebelumnya BMKG dilaporkan bermagnitudo 7,4) yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten, mengguncang Jawa, Bali dan sebagian Sumatera, Jumat (2/7) malam.

Dikutip dari liputan6.com, pakar gempa Jojo Rahardjo mengatakan, gempa Banten pada Jumat malam, tidak langsung berkorelasi dengan potensi gempa yang mengancam Jakarta. Namun, kata dia, hal ini bisa menjadi isyarat keras dari alam sesuai dengan pengamatan para ahli geologi dalam empat tahun terakhir.

''Gempa kemarin itu mengingatkan ada ancaman potensi gempa besar atau megathrust Selat Sunda ini,'' kata peneliti dari Tim Ekspedisi Sesar Palu-Koro itu saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Terlebih, lanjut dia, memang sudah tiba waktunya siklus gempa 100 tahunan megathrust terjadi. Gempa megathrust berasal dari zona tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

''Ini karena siklusnya sudah datang, yang di Sunda kan juga karena siklusnya sudah 100 tahun (setelah sebelumnya mengguncang sekuat magnitudo 8 pada 1908),'' ujar Jojo.

Tak Bisa Diprediksi

Meski siklusnya dapat dibaca, Jojo menegaskan, datangnya gempa tidak dapat diprediksi dengan cara apapun. Semua hanya bisa diperkirakan lewat perhitungan siklus dan bagaimana kesiapan suatu wilayah menghadapinya.

Sayangnya, lanjut dia, Jakarta yang berpotensi terancam guncangan gempa kuat belum terlalu siap dengan hal tersebut.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan geolog senior dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja. Kepada Liputan6.com, dia menilai, otoritas di Ibu Kota masih cuek.

''Anget-anget tahi ayam,'' kata Danny.

Dia mendesak Pemprov DKI harus menyiapkan infrastruktur yang memadai bila tidak ingin lumpuh 100 persen jika ancaman itu terjadi.

''Ini kan serius kita harus liat potensi kewaspadaan mititigasi, bayangkan kemarin saja magnitude 7 efeknya seperti itu gimana magnitude 9? Efeknya 1.000 kali lebih besar,'' ujar Danny.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Warga Diminta Jauhi Pantai Hingga Pukul 21.35 WIB
GoNews Sri Mulyani Sebut Anggaran untuk Pendidikan Rp 505,8 Triliun Naik dari 2014 yang Hanya Rp 250 Triliun
GoNews Ikan Lele Diejek-ejek oleh Buzzer-buzzer Nakal, Menteri Susi: Padahal Hasilnya Luar Biasa
GoNews Ternyata Perdana Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew Belajar GBHN dari Pak Harto
GoNews Mitsubishi Fokus Kembangkan Model SUV dengan Teknologi Listrik
GoNews Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Otomotif Dalam Rangka Produksi Mobil Listrik
GoNews KM Mina Sejati Dibajak 3 ABK-nya, 2 Penumpang Tewas karena Mencebur ke Laut, 18 Belum Diketahui Nasibnya
GoNews Bom Meledak di Pesta Pernikahan, 63 Orang Tewas, Sebagian Korban Wanita dan Anak-anak
GoNews Kakinya Tertusuk Paku Berkarat, Gadis Paskibraka Pembawa Baki Ini Tetap Jalankan Tugasnya Sambil Meringis
GoNews Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews Ustaz Abdul Somad Dilaporkan Brigade Meo, Begini Kata Kabid Humas Polda NTT
GoNews Batal Jadi Paskibraka karena Digantikan Anak Bupati, Koko Bisa Hadir di Istana dan Bersalaman dengan Jokowi
GoNews Digagalkan Jadi Paskibraka Labuhanbatu, Koko Malah Jadi Petugas Upacara HUT RI di Jakarta dan Hadir di Istana
GoNews Setelah Gas Air Mata Ditembakkan ke Asrama, 43 Mahasiswa Papua Menyerah dan Diangkut ke Mapolrestabes Surabaya
GoNews Kapal Bermuatan 80 Penumpang Terbakar di Perairan Tapulaga, 7 Orang Tewas dan Puluhan Hilang
GoNews Veteran Duduk Paling Belakang Saat Upacara HUT RI di Istana Negara, Cucu Jenderal Sudirman Mengaku Sedih
GoNews 12 Prajurit TNI Dihadang Kelompok Bersenjata di Trans Wamena-Habema, 2 Tertembak
GoNews Diledek Gemuk Ketika Ingin Makan Es Krim, Gadis 14 Tahun Tusuk Pacarnya Hingga Tewas
wwwwww