Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
14 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Pernyataan Effendy Simbolon, Dianggap Hanya Mencari Popularitas Jelang Pilkada DKI

Pernyataan Effendy Simbolon, Dianggap Hanya Mencari Popularitas Jelang Pilkada DKI
Pengamat Politik Effendy Ghazali.
Sabtu, 13 Februari 2016 16:37 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Pernyataan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Effendy Simbolon, yang menyatakan bahwa demokari tanpa idealisme adalah demokrasi orang melayu, sempat menuai protes dan kecaman dari berbagai tokoh melayu di Riau, dan Kepulaun Riau.

Namun pernyataan tersebut juga mendapat tanggapan beragam. Bahkan ada yang menyebut Effendy Simbolon sengaja membuat sensasi dan popularitas menjelang Pilkada DKI Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Zulfan Sayid saat dihubungi GoRiau.com (GoNews Group), Sabtu (13/02/2016) siang. "Dia kan kabarnya mau maju pilkada, menurut saya dengan semakin dihujat dan diprotes para tokoh Melayu, popularitas dia makin naik," jelasnya.

Namun pandangan berbeda diungkapkan pengamat politik lainya, yakni Effendy Ghazali. Dari pernyataan politisi PDIP itu dianggap lumrah saja.

"Kalau di situ, konteks "melayu" sebetulnya "orang kita" atau "bangsa kita" itu sama seperti yang banyak muncul di medsos. Salahsatunya yang banyak beredar di media sosial seperti "payahnya intel melayu", bagi saya ilmiah saja. Artinya jika Effendy Simbolon mau diperkarakan, maka semua orang yang ungkapanya mirip di medsos ya harus diperkarakan juga," tutur Effendy Ghazali kepada GoRiau.com.

Bahkan dirinya juga mengatakan, untuk membuktikan banyaknya perkataan seperti itu di medsos juga mudah. "Sekarang sudah canggih tinggal browsing saja, banyak sekali perkataan dan ungkapan seperti itu," pungkasnya. ***

Kategori:PON, Metropolitan, Riau
wwwwww