Pesona Indonesia

Maluku Utara Mendunia Gara-gara Gerhana Matahari Total, Ini Penjelasanya

Maluku Utara Mendunia Gara-gara Gerhana Matahari Total, Ini Penjelasanya
Ilustrasi, Slank yang bakal tampil di Ternate, Maluku Utara.(net)
Selasa, 16 Februari 2016 16:13 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
TERNATE- Geliat kemeriahan Gerhana Matahari Total (GMT), pada 9 Maret 2016 mendatang, sudah mulai terasa di Maluku Utara. Bahkan dengan gencarnya promosi yang dilakukan Kementerian Pariwisata, ketenaran Maluku Utara sudah sampai ke seluruh dunia.

Semua kegiatan besar untuk momen langka di Maluku Utara tersebut, nantinya akan dipusatkan di Ternate, termasuk Total Solar Eclipse Concert yang akan menampilkan group band papan atas Slank.

Menpar Arief Yanya sendiri, sudah mempromosikan GMT ke seluruh dunia, fenomena alam yg unik itu pun dikenal dan menarik wisatawan mancanegara, terlebih lagi adalah negeri sakura Jepang.

"Sejak tahun 2015 kami sudah promosikan ke mancanegara, karena hanya di Indonesia yang bisa menyaksikan gerhana matahari total di daratan. Hebatnya lagi ada di 12 Provinsi yang bakal dilewati GMT ini," jelas Menpar Arief Yahya.

Sebagai salah satu lokasi yang akan dilewati GMT, Maluku Utara memang tak ingin kalah dengan daerah lainnya. Dibawah komando Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, pihak Disbudpora pun langsung action dengan mempersiapkan beragam acara menarik. "Ini momentum langka. Dan durasi terlama GMT ada di Maba, yakni sekitar 3 menit 17 detik. Otomatis masyarakat bisa menikmati GMT di sana,” terang Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen, Senin (15/2/2016).

Abdul Gani mengaku mendapat banyak berkah dari GMT tersebut. Karena GMT, Maluku Utara saat ini sudah menjadi perhatian dunia. Bahkan National Aeronautics and Space Administration (NASA), peneliti Korea dan Prancis langsung melakukan pengamatan disana dan bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

“Hotel, restoran, wisata belanja, kuliner saat ini sudah mulai kewalahan melayani pesanan. Momen GMT ini menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat dan UMKM, salah satu contohnya adalah banyak masyarakat yang menjual kacamata sebagai alat melihat gerhana," katanya.

Menurut Gubernur, Menpar Arief Yahya sendiri sudah mengingatkan, agar kami mempercepat sosialisasi home stay, sebagai antisipasi kalau nantinya jumlah hotel tidak memadai.

Bak gayung bersambut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara, Anwar Husen langsung berada di barisan yang sama dengan Gubernur Abdul Gani. “Yang pasti GMT di Maluku Utara akan heboh. Kami akan menggelar konser Slank di Ternate. Kepastian konser Slank tersebut sudah kita konfirmasikan dengan pemerintah Provinsi belum lama ini,"katanya.

Selain konser, ada sejumlah kegiatan yang bernilai kearifan lokal seperti, pemukulan dolo-dolo(alat tradisional khas Ternate) yang terbuat dari batang bambu kering dan biasanya digunakan sebagai alat komunikasi di kebun.  

Selain itu, ada juga promosi aset wisata sejarah dan wisata alam. “Akan ada upacara adat penobatan putri raja Thailand di Ternate. Yang jelas, GMT ini benar-benar menyedot perhatian banyak orang,” paparnya.

Dari data yang sudah dikantongi Disbudpar Maluku Utara, setidaknya sudah ada 1.157 orang yang terkonfirmasi akan datang ke wilayahnya. Tamu-tamu itu terbagi dalam kelompok peneliti, wisatawan, wartawan dan perseorangan. “Itu angka sampai hari ini. Kemungkinan sampai hari H bisa bertambah," tukasnya.

Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia, akan terjadi pada pukul 10.00 WiT pagi. Mencakup wilayah Maluku Utara yang akan dibagi dalam lima fase utama. Pertama, piringan Bulan awalnya akan terlihat ‘menggigit’ piringan matahari, yang menandakan gerhana mulai muncul. Fase ini disebut Gerhana Matahari Separo, yang terjadi pada pukul 08:36:03, dengan ketinggian matahari +28,6 derajat.

Fase kedua akan muncul pada saat dimana hampir keseluruhan piringan matahari telah terhalangi piringan bulan. Matahari akan menghilang dan langit akan gelap gulita seperti saat senja. Di Kota Ternate, fase kedua ini muncul pada pukul 09:51:37 AM, dengan ketinggian Matahari + 47,4 derajat.

Semantara di fase ketiga atau puncak Gerhana (Gerhana Matahari Total ), fase yang paling ditunggu, akan berlangsung selama maksimal 2 menit. Dengan durasi Gerhana Penuh diperkirakan 2 menit 43 detik terjadi pada pukul 09:52:58 AM ketinggian Matahari + 47,7 derajat.

Fase keempat saat dimana kita akan kembali melihat silau matahari  menandakan piringan bulan sudah mulai bergerak  membuka piringan Matahari, yang terjadi pada pukul 09:54:20 dengan ketinggian matahari + 48,0 derajat. (*/dnl)


wwwwww